ASPEK.ID, JAKARTA – Hal negatif akan muncul ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan sehingga menjadi rentan untuk melakukan hal tidak bermanfaat di media sosial atau medsos.
Hal itu dikatakan oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian saat menjadi salah satu pembicara dalam Rapat Kerja Nasional Investasi 2020 di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Kamis (20/2).
Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Indonesia yang saat ini mencapai 7 juta orang (Badan Pusat Statistik, Agustus 2019).
“Apabila anak muda ini tidak diberikan pekerjaan, maka mereka akan menjadi pengangguran sehingga tidak ada kerjaan lain. Jadi apa saja dikomentari, masuk grup ini, masuk grup itu. Itu kita lihat,” kata Tito.
Mantan Kapolri itu melanjutkan, ketika seseorang menganggur maka ada kencenderungan untuk beraksi di laman medsos, misalnya mencari sensasi atau demi eksistensi.
Pengangguran dikatakan Tito juga bisa membuat seseorang menjadi begal, penipu, dan bahkan menjadi pemicu konflik sosial. Ia mencontohkan konflik yang terjadi di Ambon (Maluku), Aceh dan Poso (Sulawesi Tengah).
Tito juga mengatakan bahwa Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada 2030-2045. Bonus demografi, menurut Tito, harus ditangkap sebagai peluang sekaligus pendukung pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia.
“Kalau mereka nganggur, terjadi bencana demografi dan membuat beban negara menjadi banyak sehingga iklim investasi harus diperbaiki,” jelasnya.















