ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah menargetkan 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada 2030.
Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.
“Kami di Kementerian Perhubungan juga sudah memulainya dengan melakukan pengadaan kendaraan bermotor. Baik untuk kebutuhan operasional maupun bantuan angkutan umum massal yang diarahkan kepada kendaraan bermotor listrik,” kata Budi, Sabtu (30/1/2021).
Budi menuturkan, salah satu yang akan menunjang peningkatan populasi kendaraan bertenaga listrik berbasis baterai adalah stasiun pengisian listrik bagi kendaaran tersebut.
“Saya mengapresiasi PLN yang mendukung terbentuknya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan BBM dan meningkatkan kualitas udara di Indonesia,” puji Budi.
Menhub berharap agar di masa mendatang, seluruh pengadaan kendaraan bermotor, baik untuk kebutuhan operasional maupun bantuan angkutan umum massal dapat diarahkan untuk mulai menggunakan kendaraan bermotor listrik.
“Kami pun akan terus mendorong penggunaan angkutan umum bertenaga listrik, dengan memberikan sejumlah insentif dan membuat kebijakan dan regulasinya. Sebagai tahap awal, penggunaan transportasi ramah lingkungan ini bisa dimanfaatkan untuk angkutan perkotaan seperti Transjakarta, dan Damri,” katanya.






















