Jakarta- Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat optimistis Indonesia dapat terbebas dari persoalan sampah plastik dalam satu tahun ke depan. Pemerintah saat ini terus menggenjot pengolahan sampah menjadi energi listrik sekaligus mendorong masyarakat dan produsen meningkatkan tanggung jawab terhadap sampah plastik.
Jumhur mengatakan, program pengolahan sampah menjadi energi listrik terus berjalan secara bertahap di sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini, pemerintah telah melakukan lelang untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai wilayah.
“Sudah 24 lelangnya di seluruh Indonesia, tinggal batch ketiga mungkin 10 lagi,” kata Jumhur di Jawa Tengah pada Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, sejumlah proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga telah memasuki tahapan pembangunan atau groundbreaking. Bahkan, terdapat fasilitas yang pembangunannya telah dilakukan sekitar dua tahun lalu dan ditargetkan segera diresmikan.
Jumhur menyebut sejumlah daerah lain juga tengah mengembangkan fasilitas serupa, di antaranya Tangerang Selatan dan Makassar. Di tengah percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik, Kementerian LH juga terus mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui kampanye pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Masyarakat diminta tidak membuang sampah, khususnya sampah plastik, secara sembarangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah sampah plastik mencemari lingkungan, termasuk sungai dan laut.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penerapan extended producer responsibility (EPR). Melalui skema tersebut, produsen yang menghasilkan sampah plastik dari produk makanan dan minuman akan didorong untuk mengambil tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan produknya.
“Produsen-produsen yang dalam makanan dan minumannya menghasilkan sampah plastik, mereka nantinya diwajibkan mengalokasikan dana tertentu yang dikelola oleh mereka sendiri,” jelas Jumhur.
Produsen juga diwajibkan memiliki producer responsibility organization (PRO) yang berperan memastikan sampah dari produk mereka tidak berakhir sembarangan di lingkungan. “Insyaallah kita optimistis dalam setahun ke depan Indonesia bisa bebas dari sampah plastik,” tegasnya.














