ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, di tengah kontraksi pertumbuhan kredit perbankan nasional, sektor keuangan syariah tumbuh high single digit.
“Di tengah pandemi Covid-19 ini, syukur alhamdulillah stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga, termasuk industri keuangan syariah yang tumbuh cukup tinggi di era pandemi,” tulisnya, Selasa (29/12/2020).
Wimboh mengatakan penyaluran pembiayaan perbankan Syariah per Oktober 2020 tumbuh 9,12% yoy di tengah kontraksi pertumbuhan kredit perbankan nasional. Adapun, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) naik 21,19% yoy.
Dengan jumlah tersebut, pangsa pasar keuangan syariah mencapai 9,79% dari total aset keuangan nasional.
Wimboh mengatakan keuangan syariah Indonesia juga menorehkan prestasi yang membanggakan di dunia internasional.
Laporan terkini Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020 (Thomson Reuters Research), menempatkan Indonesia berada pada ranking ke-2 secara global sebagai “The Most developed countries in Islamic Finance,” terutama didukung oleh tingginya riset dan kelengkapan regulasi terkait industri keuangan Syariah.
“Selain itu, Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2020/2021 juga menempatkan Indonesia pada ranking global ke-4 untuk sektor Islamic Economy, dan ranking ke-6 untuk indikator Islamic Finance,”jelasnya.
























