ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menanggapi pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung upaya menggulingkan Presiden Prabowo Subianto. PAN menilai pernyataan tersebut tidak perlu disikapi berlebihan.
“Pernyataan Syaiful Muzani tidak usah dikhawatirkan terlalu dalam, sebab itu hanya seperti buih di lautan, bukan gelombang,” kata Viva, Kamis (9/4).
Viva menilai pandangan kritis atau oposisional merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Menurutnya, dinamika tersebut justru menjadi bagian dari mekanisme check and balances dalam pemerintahan.
Ia juga menegaskan PAN melihat mayoritas masyarakat masih memberikan apresiasi terhadap kinerja Presiden Prabowo. Hal itu, kata dia, tercermin dari sejumlah hasil survei.
“PAN berpendapat bahwa saat ini mayoritas masyarakat Indonesia mengapresiasi dan merasa puas atas kinerja Presiden Prabowo. Hal itu dapat dilihat dari beberapa hasil survei. PAN akan terus berjuang bersama-sama dengan Presiden Prabowo dalam menuntaskan janji-janji kemerdekaan,” ujarnya.
Viva yang juga menjabat Wakil Menteri Transmigrasi menyebut kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang tidak terhindarkan. Ia menilai memimpin negara sebesar Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan sistem pembangunan yang terintegrasi.
Lebih lanjut, ia menilai pernyataan Mujani tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi politik nasional. Menurutnya, sebagai intelektual, Mujani tidak memiliki basis massa yang besar.
“Seorang intelektual harusnya orang yang menggunakan pengetahuan dan nalar kritis untuk memahami, mengkritik, dan memberi arah pada kehidupan masyarakat. Berpihak kepada kebenaran dan memiliki integritas dalam kehidupan nyata,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga merespons pernyataan Saiful Mujani. Ia mengaku belum mengetahui secara rinci pernyataan tersebut.
“Saya masih banyak sekali kerjaan, saya belum lihat beliau bicara apa,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).
“Apalagi bapak presiden, bapak presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dg hal hal yg lebih strategis,” imbuhnya.
Di sisi lain, Saiful Mujani menegaskan pernyataannya bukanlah ajakan makar, melainkan bagian dari sikap politik dalam demokrasi.
“Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo,” kata Mujani.
Ia menjelaskan bahwa sikap politik merupakan bagian dari partisipasi dalam sistem demokrasi. Menurutnya, berbagai bentuk partisipasi politik, termasuk aksi damai, merupakan hal yang sah.
“Partisipasi politik atau tindakan yang ditujukan untuk kepentingan umum bentuknya banyak. Misalnya ikut memilih dalam pemilu, ikut kampanye, ikut nyumbang partai atau calon, ikut aksi politik seperti demonstrasi, mogok, sabotase, dan lain-lain, yang dilakukan secara damai. Aksi menurunkan presiden secara damai adalah partisipasi politik. Itu demokrasi,” ujarnya. []
























