ASPEK.ID, JAKARTA – CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, I Wayan Eka Saputra mengatakan, pihaknya sedang menata ulang Pelabuhan Benoa untuk dijadikan sebagai gerbang wisata maritim dan hub terminal cruise atau kapal pesiar terbesar di Indonesia.
Untuk itu, pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) akan memisahkan kegiatan pelayanan barang dan pelayanan pariwisata.
“BMTH dipersiapkan sebagai gerbang wisata maritim Indonesia di Kawasan Pelabuhan Benoa. Saat ini progres pembangunan BMTH telah mencapai 10 persen sejak dimulai pada pertengahan Desember 2020. Total akan ada 15 paket pekerjaan yang ditargetkan selesai pada akhir 2023,” kata Eka Saputra saat presentasi kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Sabtu (13/2/2021).
Eka Saputra menjelaskan, pada 2019 total ada 67 kapal pesiar yang bersandar dengan total 65.000 wisatawan. Namun, tahun 2020 turun drastis hanya 25 kapal pesiar yang bersandar akibat pandemi Covid.
“Rata-rata wisatawan hanya 8 jam saja bersandar di sini, karena itu dengan penyiapan fasilitas dasar dan fasilitas penunjang lainnya ini harapannya para wisatawan bisa semakin lama tinggal di Bali. Kita harapkan pembangunan ini benar-benar memberikan multiplier effect kepada masyarakat dan industri pariwisata di Bali,” ucapnya.















