• Latest
  • Trending
Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

Perbedaan Demam Covid-19 dengan DBD

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Wakil Rektor ITB: Gelar Hanya Entry level, Industri Utamakan Skill dan Sertifikasi

Jubir IKN Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN

Jubir IKN Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN

Bantu UMKM Indonesia, Google Kucurkan Rp155 Miliar

Google dan Tesla Kehilangan Hampir Rp9000 Triliun dalam Sepekan

Laba IPCC Anjlok 9,3%! Pendapatan Stagnan, Arus Kas Operasi Ikut Tertekan

Laba IPCC Anjlok 9,3%! Pendapatan Stagnan, Arus Kas Operasi Ikut Tertekan

Eks Jubir KPK Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie

Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Ungkap Alasan Jadi Pengacara Eks Jampidsus

Api Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi

Api Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi

Kabar Duka, Jubir IKN Troy Harold Pantaow Tutup Usia

Kabar Duka, Jubir IKN Troy Harold Pantaow Tutup Usia

Kapal Pembawa 11 Turis Asing Hilang Kontak di Gorontalo

Speedboat Hilang Kontak di Gorontalo Ditemukan, Begini Kondisi Penumpang

Radio Merah Putih Promosi Kopdes Mengudara

Radio Merah Putih Promosi Kopdes Mengudara

STY Ungkap Tantangan Persija Usai Libur Panjang Jelang Piala Presiden

STY Ungkap Tantangan Persija Usai Libur Panjang Jelang Piala Presiden

Tes Komputer dan Soal Akademik Seleksi Akpol 2026 Berstandar Olimpiade

Tes Komputer dan Soal Akademik Seleksi Akpol 2026 Berstandar Olimpiade

BNI Gulung Lapak 96 Kantor Cabang

BNI Bantah Minta Siswa Sakit ke Kantor BNI Urus PIP

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Perbedaan Demam Covid-19 dengan DBD

by REDAKSI
Juni 15, 2021
in NEWS
Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

Ilusrasi pengecekan suhu tubuh. [Dok. Kemenparekraf]

ASPEK.ID, JAKARTA – Dengue dan COVID-19 harus diwaspadai, pasalnya kedua penyakit tersebut memiliki salah satu gejala yang sama, yakni demam. Walaupun gejala demam terjadi di antara kedua penyakit tersebut namun polanya berbeda.

Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, SpPD, KPTI menjelaskan pola demam antara dengue dan COVID-19 berbeda. Pada demam dengue fase demam itu terjadi akibat diremia, diremia artinya di dalam darah ada virus yang beredar.

Demam seperti ini sulit diturunkan oleh obat karena penyebab demamnya itu ada terus dalam darah sampai biasanya kurang lebih 3 hari.

BacaJuga

Wakil Rektor ITB: Gelar Hanya Entry level, Industri Utamakan Skill dan Sertifikasi

Google dan Tesla Kehilangan Hampir Rp9000 Triliun dalam Sepekan

Laba IPCC Anjlok 9,3%! Pendapatan Stagnan, Arus Kas Operasi Ikut Tertekan

Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Ungkap Alasan Jadi Pengacara Eks Jampidsus

Api Hanguskan 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi

Kabar Duka, Jubir IKN Troy Harold Pantaow Tutup Usia

”Jika pasien minum obat penurun panas, maka demam akan turun namun tidak lama kemudian demam akan naik lagi. Jadi demam pada demam berdarah itu sulit diturunkan dengan obat turun panas. Pasien akan banyak berkeringat karena efek samping dari obat turun panas tersebut dia berusaha menurunkan panas tapi di satu sisi penyebab demam nya ada terus di dalam darah,” kata Erni pada Konferensi Pers Asen Dengue Day 2021.

Berbeda dengan demam COVID-19, demam ini bisa disertai dengan gejala respirasi yang lebih dominan seperti sesak napas, batuk, susah menelan anosmia (kondisi saat seseorang tidak bisa mencium bau).

”Bedanya dengan COVID-19 adalah pada dengue pola demamnya mendadak dan langsung tinggi,” ucapnya.

Perlu dipahami juga bahwa sebelum seseorang mengalami demam dengue, akan melalui masa inkubasi terlebih dahulu. Jadi penularan dengue tidak terjadi seketika tetapi ada masa inkubasinya selama 5-10 hari.

Masa inkubasi adalah fase saat virus masuk ke dalam darah namun belum menimbulkan gejala sampai kemudian jumlah virus cukup banyak dan beredar di dalam darah kemudian menimbulkan penyakit atau demam.

Erni menambahkan pada pasien demam dengue biasanya mengalami sakit kepala yang khas yaitu sakit kepala di bagian depan kepala atau di belakang bola mata.

Bagi anak-anak, demam dengue biasanya terjadi akut mendadak dan muka mengalami merah khas, tapi pada COVID-19 gejala tidak membuat muka merah.

Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Mulya Rahma Karyanti Sp.A(K) mengatakan yang dominan pada demam dengue adalah demam kemudian sakit kepala dan batuk pilek nya lebih ringan dibanding pada COVID-19.

”Demam dengue di hari ketiga setelah gigitan nyamuk harus menjadi perhatian penting, karena secara umum demam dengue itu infeksi terjadi di hari ke-3 sampai hari ke-6, itu masuk fase kritis yang bisa rawan di mana bisa meninggal kalau tidak diberikan cairan obat yang cukup,” katanya.

Kemudian pada COVID-19, penyakit yang biasa dikeluhkan berupa demam, itu bisa sampai 5 sampai 7 hari disertai batuk pilek yang lebih dominan dan makin tambah sesak, serta saturasi oksigen nya menurun. Itu yang menurut dr. Mulya dianggap berat untuk kasus COVID-19 pada anak.

Lebih lanjut ia menjelaskan fase demam dengue antara lain dari hari kesatu sampai hari ketiga adalah fase demam, kemudian fase kritis antara hari ke-3 sampai ke-6, kemudian fase penyembuhan dari fase setelah hari ke-6.

”Pada fase demam ini anak demam tinggi dan biasanya menjadi malas minum sehingga yang harus diperhatikan adalah harus dipantau minumnya jangan sampai anak dehidrasi,” ucapnya.

Pada fase kritis di antara hari ke-3 sampai hari ke-6 terjadi kebocoran dari pembuluh darah yang bisa menyebabkan syok hipovolemik yang menyebabkan kan pembuluh darah bocor. Kalau cairan obat yang diberikan kurang maka kemungkinan akan menyebabkan kematian. Setelah hari ke-6 masuk ke fase penyembuhan.

Berbeda pada kasus COVID-19, pada minggu pertama terjadi demam, kemudian menjelang akhir minggu pertama ini antara hari ke-5 sampai hari ke-7 mulai ada gejala gejala respiratorik seperti sesak, batuk pilek. Di sinilah tanda-tanda biasanya makin berat.

”Pada infeksi dengue biasanya demam terjadi mendadak tinggi, namun setelah hari ketiga pada saat memasuki fase kritis yang harus diperhatikan adalah jangan sampai anak kekurangan cairan obat karena di fase inilah terjadi kebocoran pembuluh darah yang bisa menyebabkan kematian. Sedangkan pada COVID-19 demam bisa tinggi tapi bisa disertai dengan batuk pilek dan bertambah sesak. Terutama masa kritisnya adalah pada akhir minggu pertama, di sinilah saturasi oksigen bisa menurun,” tutur dr. Mulya.

Komentar
Share38Tweet24SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

IDI: Kasus Covid-19 Naik, Perketat Prokes

Pakar kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyoroti peningkatan kasus COVID-19 signifikan di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir....

Ini 5 Tingkat Gejala Covid-19

Konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan. Data per hari ini (3/2) menunjukkan konfirmasi positif di Indonesia menembus angka...

Istana Jelaskan Penyebab Kerumunan Kunker Jokowi

Istana Jelaskan Penyebab Kerumunan Kunker Jokowi

Istana angkat bicara terkait video yang viral di media sosial terkait kerumunan warga saat Jokowi  bagi-bagi kaus kepada warga di Pasar...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Wakil Rektor ITB: Gelar Hanya Entry level, Industri Utamakan Skill dan Sertifikasi

Jubir IKN Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN

Jubir IKN Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN

Bantu UMKM Indonesia, Google Kucurkan Rp155 Miliar

Google dan Tesla Kehilangan Hampir Rp9000 Triliun dalam Sepekan

Laba IPCC Anjlok 9,3%! Pendapatan Stagnan, Arus Kas Operasi Ikut Tertekan

Laba IPCC Anjlok 9,3%! Pendapatan Stagnan, Arus Kas Operasi Ikut Tertekan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In