ASPEK.ID, JAKARTA – Langkah ekspansi investasi Indonesia kembali ditegaskan dalam lawatan resmi ke Amerika Serikat. CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menggelar pertemuan dengan pimpinan Related Fund Management (RFM) di Washington, awal pekan ini.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda strategis delegasi Indonesia dalam memperluas kemitraan global, khususnya di sektor pengembangan properti dan kawasan terpadu.
Dalam pernyataannya, Rosan menegaskan fokus pembahasan diarahkan pada peluang konsolidasi proyek-proyek properti di bawah pengelolaan Danantara.
“Kami membahas potensi kolaborasi pengembangan properti dan kawasan bersama Danantara,” ujar Rosan dalam unggahan Instagram resminya yang dikutip, Jumat (27/2).
Menurutnya, interaksi intensif dengan korporasi global menjadi pesan penting bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid di tengah dinamika global.
“Semangat kolaborasi ini terus menambah keyakinan investor global terhadap stabilitas dan masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Rosan.
RFM tercatat sebagai salah satu dari 12 entitas bisnis yang ditemui Presiden Prabowo Subianto di sela-sela pembahasan perjanjian tarif dagang AS–Indonesia di Washington, D.C., pada 20 Februari lalu.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Kabinet, dalam forum tersebut Prabowo membuka ruang investasi seluas-luasnya guna memperkuat rantai ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Pertemuan dengan RFM memperlihatkan bahwa fokus kerja sama tidak hanya pada sektor perdagangan, tetapi juga pada investasi jangka panjang di sektor riil.
Sebelumnya, Danantara juga memperluas jejaring globalnya melalui penandatanganan perjanjian kerangka kerja dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM Limited, di London pada 23 Februari.
Kerja sama tersebut diproyeksikan menjadi fondasi penguatan ekosistem semikonduktor nasional. Pemerintah menilai penguasaan teknologi chip menjadi salah satu kunci transformasi ekonomi berbasis inovasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dengan rangkaian pertemuan lintas sektor—dari properti hingga teknologi tinggi—Danantara menunjukkan peran barunya sebagai katalis investasi strategis yang diarahkan untuk memperbesar nilai tambah ekonomi dalam negeri. []
























