ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) berhasil menembus peringkat 287 di daftar 500 perusahaan terbesar dunia versi Fortune Global 500, di atas perusahaan-perusahaan raksasa lain.
Sebut saja industri migas Repsol lainnya yang berada pada peringkat 381. Kemudian perusahaan besar dunia lainnya, seperti Coca-Cola di peringkat 370, Tesla 392, dan Danone 454.
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade secara khusus memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Andre menilai itu sebuah bukti kerja nyata.
Capaian Pertamina tidak bisa lepas dari kinerja cemerlang pada 2020. Perusahaan ini berhasil mencatat kinerja keuangan positif dengan mencetak laba bersih konsolidasian sebesar USD 1,05 miliar atau sekitar Rp 15,3 triliun.
Dengan pendapatan USD 41,47 miliar pada tahun buku 2020, Pertamina berada di posisi 287. Pertamina juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk daftar bergengsi tersebut.
“Sebagai mitra Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN, kami selaku Anggota Komisi VI memberikan apresiasi kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati atas keberhasilan Pertamina menembus peringkat 287 di daftar Fortune Global 500,” ujar Andre kepada wartawan, baru-baru ini.
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menilai capaian Pertamina tersebut memberikan bukti bahwa perusahaan itu melakukan kerja nyata dalam pembenahan organisasi.
Salah satu perubahannya adalah menerapkan core value perusahaan yang adaptif, kolaboratif, amanah, kompeten dan loyal.
Menurut Andre, anggapan-anggapan mengenai isu pemborosan yang kerap berhembus dalam beberapa waktu terakhir pada akhirnya terbantahkan.
“Ini bukti kerja nyata Pak Erick dan Bu Nicke serta jajaran di Pertamina. Jika selama ini ada pihak yang menghembuskan isu-isu tak jelas seperti tuduhan pemborosan atau tidak transparan, maka dengan adanya capaian ini, isu itu terbantahkan dengan sendirinya,” kata Andre.
Andre juga sepakat dengan apa yang disampaikan Erick agar Pertamina tak boleh berpuas diri dengan capaian ini. Target ke depannya, perusahaan ini harus bisa mencapai 50 besar di daftar Fortune Global.
“Saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki Pertamina saat ini. Apalagi terbukti tidak goyah meski ada terpaan pandemi dan terbukti mampu memberikan peran signifikan dalam sektor kesehatan masyarakat seperti penyediaan rumah sakit dan oksigen. Saya percaya Pertamina bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan dunia lainnya,” pungkas legislator dapil Sumatera Barat I itu.





















