ASPEK.ID – Pilot pesawat Flydubai tujuan Tel Aviv, Israel, terlibat perkelahian saat penerbangan berlangsung. Insiden tersebut membuat pesawat mengirimkan sinyal darurat dan akhirnya dialihkan ke Arab Saudi.
Dilansir Reuters, Kamis (1/10/2026), penerbangan Flydubai dengan nomor FZ1073 berangkat dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Tel Aviv. Pesawat Boeing 737 itu dialihkan saat melintas di wilayah udara Yordania.
Data Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat umum. Beberapa menit kemudian, sinyal lain yang mengindikasikan kemungkinan adanya campur tangan yang melanggar hukum kembali terdeteksi.
Pesawat kemudian mengirimkan sinyal darurat umum sebelum akhirnya mendarat di Bandara Tabuk, wilayah barat laut Arab Saudi.
Sempat muncul dugaan pesawat tersebut dibajak. Namun, Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan insiden itu diyakini tidak berkaitan dengan pembajakan.
Juru bicara Flydubai mengatakan pesawat mengalami sebuah “insiden” dalam perjalanan menuju Tel Aviv dan kemudian dialihkan ke Tabuk. Pesawat mendarat dengan aman dan seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Penyebab munculnya sinyal darurat itu kemudian diungkap seorang pejabat Israel yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim. Dia mengatakan kedua pilot terlibat perkelahian fisik di dalam pesawat.
Belum diketahui apa yang memicu perkelahian tersebut. Belum jelas pula apakah salah satu pilot sengaja mengaktifkan sinyal darurat selama insiden berlangsung.
Insiden tersebut mendapat perhatian serius dari otoritas Israel. Tiga pejabat keamanan Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sempat melakukan konsultasi terkait penerbangan tersebut.
Militer Israel juga menyebut Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Eyal Zamir, melakukan “penilaian situasi” bersama komandan Angkatan Udara dan sejumlah pejabat militer lainnya.
Flydubai diketahui mengoperasikan penerbangan harian dari Dubai ke Tel Aviv. Rute tersebut cukup populer di kalangan warga Israel.
Sementara itu, Arab Saudi dan Israel hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. []













