ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/4). Di antara yang hadir yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pejabat mulai berdatangan sekitar pukul 13.40 WIB. Brian tampak tiba lebih dulu, disusul Trenggono yang hadir bersama wakilnya, Didit Herdiawan Ashaf.
Saat ditanya soal agenda rapat, Brian mengaku belum mengetahui secara pasti pembahasan yang akan dilakukan. Namun ia menduga salah satu topik yang dibicarakan berkaitan dengan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall.
“Enggak tahu ya (bahas apa), cuma mungkin tentang Giant Sea Wall ya. Tapi nanti saya lihat dulu ya,” ujarnya.
Brian juga membuka kemungkinan keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program strategis nasional tersebut.
“Tentu sepertinya peran perguruan tinggi untuk membantu program-program strategis nasional, nanti saya kabarin lagi ya,” kata Brian.
Sementara itu, Trenggono memberikan jawaban singkat saat ditanya agenda pertemuan. Ia menyebut kemungkinan pembahasan menyangkut program kampung nelayan.
“(Bahas Kampung Nelayan Merah Putih) mungkin,” ujarnya.
Pemanggilan para menteri ini terjadi di tengah proses penyusunan master plan proyek giant sea wall yang tengah berjalan. Proyek tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani banjir rob, penurunan muka tanah, hingga kerentanan kawasan pesisir di wilayah Pantai Utara Jawa.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelumnya telah menuntaskan survei hidro-oseanografi di sejumlah titik, mulai dari Teluk Jakarta hingga perairan Semarang. Survei ini mencakup pemetaan kedalaman laut, analisis arus dan gelombang, serta kualitas air sebagai dasar penyusunan desain teknis.
Proyek tanggul laut raksasa ini direncanakan membentang sepanjang 535 kilometer dan meliputi lima provinsi di Pulau Jawa. Pemerintah menilai proyek ini penting untuk menekan risiko banjir rob sekaligus mengurangi potensi kerugian ekonomi di wilayah pesisir. []
























