ASPEK.ID, KUPANG – PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung penuh percepatan rehabilitasi kota Kupang pasca Badai Siklon Tropis Seroja yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2021.
Brantas Abipraya berperan aktif membangun kembali NTT dengan merenovasi dan pembenahan gedung-gedung non pendidikan dan pendidikan yang rusak dan hancur pasca bencana, penyediaan air bersih dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Brantas Abipraya membenahi NTT khususnya Kupang melalui Proyek Tanggap Darurat untuk percepatan peningkatan konektivitas.
“Ya kami sedang selesaikan pembenahan jalan nasional tepatnya di Jalan Batu Putih Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timur Tengah Selatan, agar cepat rampung dan lekas dapat dimanfaatkan bagi masyarakat. Selain itu ada renovasi 22 fasilitas Pemerintah dan non pendidikan yang mengalami kerusakan, juga 17 gedung pendidikan. Untuk SPAM, sudah kami selesaikan 1 SPAM, menyusul tiga lainnya,” ujar Miftakhul Anas Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Selasa (22/6/2021).
Anas menambahkan, dari 22 bangunan pemerintah dan fasilitas umum yang hancur karena Badai Seroja ini, saat ini Brantas Abipraya telah rampung merenovasi Kantor BPPW Kupang dan Gereja Katedral. Sedangkan untuk bangunan lainnya, seluruhnya ditargetkan selesai pada September tahun ini.
Selain itu, sebanyak 17 bangunan fasilitas pendidikan akan dituntaskan pembangunannya kembali oleh kontraktor milik negara ini yaitu bangunan-bangunan di kawasan Politeknik Negeri Kupang baru yang ditargetkan selesai Juli tahun ini, kawasan Politeknik Negeri Kupang lama yang akan selesai pada Agustus 2021 dan kawasan Universitas Nusa Cendana, ditargetkan rampung pada September tahun ini.
Selain merusak banyak bangunan, Badai Siklon Tropis Seroja ini juga mengakibatkan banyaknya daerah yang terisolasi. Hal ini dikarenakan banyaknya jalan yang rusak, bahkan terputus. Brantas Abipraya pun turut andil dalam pembenahan jalan untuk membuka akses roda dua maupun roda empat sehingga proses evakuasi dapat semakin lancar dan cepat tertangani secara merata, serta mempermudah pendistribusian logistik.
Proyek pekerjaan Tanggap Darurat Longsoran Batu Putih cs ini pun mulai dikerjakan pada 15 April 2021, Brantas Abipraya menyampaikan keoptimisannya dapat menyelesaikan penanganan jalan ini pada 15 Oktober 2021.























