ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas). CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan sekitar 10 perusahaan nasional telah siap terlibat dalam proyek tersebut.
Rosan mengatakan perusahaan-perusahaan itu telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan Kementerian Perindustrian.
“Kurang lebih ada 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN-nya oleh Kementerian Industri,” ujar Rosan dalam peluncuran Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya di Bekasi, Kamis (13/8/2026).
Menurut Rosan, potensi pasar kendaraan roda dua listrik di Indonesia masih sangat besar. Saat ini, penjualan motor listrik baru mencapai sekitar 60 ribu-70 ribu unit per tahun.
Padahal, total pembelian sepeda motor di Indonesia setiap tahunnya mencapai sekitar 6 juta-7 juta unit. Artinya, penetrasi motor listrik saat ini masih berada di kisaran 1%.
“Jadi hanya 1%. Kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya bisa secara eksponensial. Oleh sebab itu, kami melihat market size-nya kurang lebih sampai US$ 170 miliar,” jelasnya.
Rosan menilai Indonesia memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan industri motor listrik secara mandiri. Selain memiliki sumber daya nikel yang melimpah, Indonesia juga telah memiliki teknologi serta produsen yang dinilai memenuhi standar.
Khusus untuk baterai, pemerintah mendorong penggunaan teknologi berbasis nikel dalam pengembangan motor listrik nasional.
“Baterai untuk listrik nasional ini kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama, 46% reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia,” kata Rosan.
Ia menegaskan proyek Molinas merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha nasional. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri kendaraan listrik Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga mengungkap adanya komitmen pembelian dalam jumlah besar dari pengusaha nasional James Riady. Pemilik Grup Lippo itu disebut siap membeli sebanyak 20 ribu unit motor listrik.
Rosan menyampaikan hal tersebut saat menyapa James Riady yang diketahui merupakan pemilik lahan tempat proyek Molinas dilaksanakan di Bekasi.
“Yang mempunyai lahan Pak James Riady dari Lippo yang tadi sempat bicara komitmen untuk beli 20.000 motor listrik,” ujar Rosan.
Komitmen tersebut disambut tepuk tangan para peserta acara peluncuran Molinas. []














