• Latest
  • Trending
252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Ratusan Siswa Keracunan, BGN Stop Dapur MBG

Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN Gantikan Darmawan Prasodjo

Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN Gantikan Darmawan Prasodjo

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Dua WNI Terluka Akibat Serangan di Riyadh

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK Bebaskan Sestama BNPB Setelah Terjaring OTT

Kementerian BUMN Kelola Tambang Batubara Tersangka Jiwasraya

Menkop Sebut Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

KLB PSSI Digelar Hari Ini,  86 Voter Tentukan Ketum

Komdis PSSI Sanksi Persiraja Rp 95 Juta

GOTO Rombak Pengurus, Catherine Hindra Sutjahyo Tinggalkan Kursi Wadirut

GOTO Rombak Pengurus, Catherine Hindra Sutjahyo Tinggalkan Kursi Wadirut

Nostalgia, KAI Hadirkan Livery Lokomotif Era 1953-1991

KAI dan INKA Investasi Rp14,88 Triliun, Ini Daftar Kereta Baru dan Rute yang Dilayani

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Myanmar

BGN Wajibkan Susu MBG dari Peternak Lokal

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Paksa ASN Berzakat, Menag Dorong Perpres; Potensi Rp230 T/Tahun

Baznas Target kumpulkan Zakat Rp70 Triliun pada 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ratusan Siswa Keracunan, BGN Stop Dapur MBG

by Aspek
Agustus 2, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Ilustrasi MBG. Foto: Int

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyetop sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kota Semarang. Ia menegaskan, investigasi masih berlangsung dan hasil uji laboratorium dibutuhkan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Sudaryono mengatakan dirinya datang langsung ke Rumah Sakit Panti Wiloso Citarum, Semarang, untuk meninjau kondisi para siswa yang menjalani perawatan. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 700 siswa terdampak, namun hanya sebagian yang mengalami keluhan seperti mual dan diare.

BacaJuga

Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN Gantikan Darmawan Prasodjo

Dua WNI Terluka Akibat Serangan di Riyadh

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

KPK Bebaskan Sestama BNPB Setelah Terjaring OTT

Menkop Sebut Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

“Dari sekitar 700-an itu, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok, kondisinya sudah baik,” kata Sudaryono, Ahad (2/8/2026)

Ia menegaskan kejadian serupa tidak boleh kembali terulang. Menurut dia, pelaksanaan Program MBG telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipatuhi oleh seluruh pengelola dapur.

“Intinya tidak boleh lagi ada keracunan. Kalau ikuti SOP, harusnya tidak boleh ada lagi keracunan. Kapan masak, apa yang dimasak, apa yang boleh dimasak, apa yang tidak boleh dimasak, apa yang boleh dikasihkan ke anak-anak itu sudah ada SOP-nya. Harusnya diikuti saja, mestinya tidak ada masalah,” ujarnya.

Mengenai penyebab dugaan keracunan, Sudaryono mengatakan investigasi sementara mengarah pada sejumlah bahan makanan yang masih diperiksa oleh laboratorium Dinas Kesehatan.

“Sejauh ini investigasi yang kami terima, ada beberapa bahan, ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain. Kita minta Dinas Kesehatan cek labnya. Kita butuh waktu paling tidak lima sampai tujuh hari untuk hasilnya,” katanya.

Selain itu, BGN juga menduga proses memasak dilakukan terlalu dini sehingga memengaruhi kualitas makanan ketika didistribusikan ke sebagian sekolah.

“Sejauh ini investigasi kita adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal. Dari mulai jam sembilan sudah mulai masak, kemudian diberikan sekitar jam sembilan atau jam sepuluh. Jadi ini cukup lama. Sekolah yang lain dikasih lebih pagi, sehingga kondisi makanannya masih lebih fresh. Karena tadi masaknya kecepetan,” ujar Sudaryono.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN tengah mempercepat penerapan sistem digital yang mencatat seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari persiapan bahan hingga penyajian.

“Kita lagi paksa semua dapur kerja pakai sistem. Kapannya cacah kol, kapan dimasak, itu semua kita log. Kita lagi kebut semua. Mudah-mudahan satu sampai dua minggu ini beres, sehingga orang tua siswa, guru, dan Dinas Kesehatan bisa melihat jam berapa dimasak, apa saja yang dimasak, bumbu apa yang dimasukkan. Itu harus tersistem dan termonitor semua,” katanya.

Komentar
Share18Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Myanmar

BGN Wajibkan Susu MBG dari Peternak Lokal

ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membuat ketentuan baru dalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG), termasuk...

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Kemenkeu Potong Anggaran BGN Rp38 T

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami efisiensi sekitar Rp38 triliun. Dengan penyesuaian tersebut,...

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Survei: 6 dari 10 Warga Ingin Program MBG Dilanjutkan

  ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto menyatakan mayoritas masyarakat mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In