ASPEK.ID, SOLO – Rismon Sianipar mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6). Dalam pertemuan itu, Rismon menyerahkan buku berjudul Otentikasi Ijazah Joko Widodo: Sebuah Kajian Forensik Digital.
Rismon tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 09.44 WIB didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang. Ia mengatakan buku tersebut diberikan sebagai bentuk permohonan maaf sekaligus pertanggungjawaban moral atas sikap dan pandangannya selama ini.
“Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, bahwa saya selama ini big mistake. Dan saya memperbaikinya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah,” ujar Rismon kepada wartawan di kediaman Jokowi.
Menurut Rismon, kajian yang dituangkan dalam buku tersebut disusun berdasarkan pendekatan ilmiah dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengaku kini berpegang pada hasil riset dan analisis ilmiah, bukan pada afiliasi politik maupun penilaian subjektif.
Buku yang disusunnya itu memiliki ketebalan sekitar 800 halaman. Dalam kajiannya, Rismon menggunakan teknologi pencocokan citra digital berbasis neural networks dan machine learning untuk menelaah keaslian ijazah Jokowi.
Selain itu, ia juga melakukan analisis perbandingan wajah menggunakan metode Acface. Metode tersebut digunakan untuk membandingkan foto Jokowi saat muda yang terdapat pada dokumen ijazah dengan foto Jokowi saat menjabat presiden puluhan tahun kemudian.
“Di bab 10 sudah ada pencocokan citra wajah, bagaimana analisa saya foto Pak Jokowi muda pada saat di ijazah tersebut dengan Pak Jokowi setelah jadi Presiden, 30 atau 40 tahun ke depan. Pencocokannya bagaimana pakai Acface,” jelas Rismon.
Rismon mengatakan metode serupa juga diterapkan pada sejumlah tokoh nasional lain sebagai bahan pembanding, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Luhut Binsar Pandjaitan, Anies Baswedan, hingga Megawati Soekarnoputri.
“Dan saya bandingkan juga foto Pak Prabowo waktu muda dengan ketika jadi Presiden 40 tahun kemudian. Ada juga kajian meskipun sudah tidak saya tulis karena lebih dari 800 nanti, di situ juga saya coba juga uji coba juga untuk foto-foto yang orang-orang yang renowned ya, orang-orang yang public figure yang sudah dikenal di Indonesia seperti foto muda dan foto bandingkan dengan foto versi 30 tahun kemudiannya Pak SBY, Pak Luhut Binsar, Pak Anies Baswedan, Bu Megawati,” sambungnya.
Dari hasil analisis tersebut, Rismon menyebut tingkat kecocokan wajah yang diperoleh berada pada rentang 35 hingga 60 persen. Menurutnya, angka tersebut masih tergolong realistis dan sesuai dengan karakteristik perubahan wajah seseorang dalam rentang waktu puluhan tahun. []






















