ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat sepanjangan 9-12 Agustus aliran modal asing keluar dari Indonesia sebesar Rp 5,49 triliun.
“Berdasarkan data transaksi 9-12 Agustus 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp5,49 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp4,33 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,16 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono.
Sedangkan berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto atau aliran modal asing masuk Rp 13,77 miliar.
Seiring dengan masuknya investor asing, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 73,89 bps per 12 Agustus 2021 dari 77,66 bps per 6 Agustus 2021.
Adapun perkembangan nilai tukar rupiah pada akhir Kamis, 12 Agustus 2021 ditutup pada level (bid) Rp 14.380 per dolar Amerika Serikat. Dengan yield SBN 10 tahun turun ke level 6,32 persen.
Sedangkan pada Jumat pagi, 13 Agustus 2021, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 14.337 per dolar AS. Dengan yield SBN 10 tahun naik ke level 6,33 persen.













