• Latest
  • Trending

Salah Paham Tentang Wisata Halal

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

Survei Voxpol: Kepercayaan Publik di Indonesia Timur Terhadap Prabowo-Gibran 63,1 Persen

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Jet Tempur Mendarat di Tol Paspro

Jet Tempur Mendarat di Tol Paspro

Perpres Ditjen Pesantren Rampung, Wamenag Ungkap 5 Direktorat Utama

Istana Ucapkan Hari Santri 2026, Apresiasi Kontribusi Pesantren bagi Bangsa

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

BGN Kembalikan Rp 160 M ke Kas Negara

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

TNI Hormati KPK Usut Keterlibatan 2 Prajuritnya dalam Kasus BNPB

Gibran Apresiasi Karya Mahasiswa Rompi Anti Tantrum

Survei Capres, Gibran Masuk Empat Besar

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Lawan Corona, ADB Hibah Indonesia USD 3 Juta

ADB Yakin RI Bisa Keluar dari Middle Income Trap

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Salah Paham Tentang Wisata Halal

by Aspek
September 8, 2019
in NEWS

ASPEK.ID, JAKARTA – Awal September lalu, masyarakat Sumatera Utara menggelar aksi demo menolak wacana wisata halal yang rencananya diterapkan di destinasi wisata Danau Toba. Rencana mendadak yang diungkapkan oleh Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menjadi bumerang, karena masyarakat sangat reaktif menanggapi hal ini.

Hal ini dinilai terjadi karena pemerintah daerah lalai mengomunikasikan konsep wisata halal dengan cara dan waktu yang tepat.

Pengamat pariwisata Sapta Nirwandar mengatakan bahwa sebetulnya wisata halal sudah menjadi tren global. Tren ini terjadi karena peningkatan jumlah wisatawan muslim yang melakukan perjalanan wisata di dunia. Setidaknya 170 juta wisawatan muslim berkelana di berbagai destinasi wisata di dunia.

BacaJuga

Survei Voxpol: Kepercayaan Publik di Indonesia Timur Terhadap Prabowo-Gibran 63,1 Persen

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Jet Tempur Mendarat di Tol Paspro

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

“Indonesia masih menggaet sedikit wisatawan mancanegara muslim yakni 3,6 juta orang, dibandingkan Thailand yang berhasil menggaet 6 juta orang, Malaysia 5 juta dan Singapura 4 juta orang,” jelasnya dilansir dari laman Sindonews, Minggu (8/9/2019).

Kekalahan pariwisata Indonesia untuk menarik wisman muslim terjadi karena kurang fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim.

“Kok kita sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar tidak menangkap peluang itu? Sementara negara-negara lain berhasil melakukannya?” katanya.

Dia menegaskan wisata halal bukan mengubah kawasan sesuai syariat Islam, melainkan destinasi tersebut memiliki fasilitas atau pelayanan yang ramah bagi wisatawan muslim.

“Halal tourism itu adalah extended services buat pelancong yang memerlukannya, jadi tendensinya bukan merujuk pada wisata yang eksklusif,” ujarnya.

Pelayanan dan fasilitas yang dimaksud misalnya kemudahan menemukan makanan halal, tempat shalat, hotel yang ramah, dan tempat rekreasi yang sesuai dengan kebutuhan pelancong.

Pemahaman tepat semacam ini yang seharusnya diluruskan oleh pemerintah terkait pariwisata halal, sehingga kejadian-kejadian penolakan tanpa dasar yang kuat tidak perlu terjadi. Salah kaprah dalam pemahaman masyarakat tentang wisata halal dapat memicu sensitivitas yang lebih tinggi.

Komentar
Share24Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowp-Gibran 20 Oktober Mahasiswa Demo di 2 Lokasi

ASPEK.ID,JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas di...

Jasa Marga Tutup Sementara Gerbang Tol dalam Kota

Jasa Marga Tutup Sementara Gerbang Tol dalam Kota

  ASPEK.ID, JAKARTA - Sejumlah gerbang tol di ruas Tol Dalam Kota masih ditutup sementara hingga dini hari ini. Pengendara...

Pengamanan Demo 27 Agustus di DPR Dibagi 6 Zona

Pengamanan Demo 27 Agustus di DPR Dibagi 6 Zona

ASPEK.ID, JAKARTA - Sebanyak 18.504 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa 27 Agustus yang berlangsung di sejumlah titik...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In