ASPEK.I, TANGERANG – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo optimistis masa depan Indonesia akan cerah asal tidak ada kegaduhan. Ia menilai persatuan dan kondisi bangsa yang kondusif menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri Gempar Youth Leader Summit (GYLS) 2026 di Gedung Hopes, Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan bertema “Arise” itu diikuti sekitar 450 pemimpin muda Kristen dari berbagai kota dan denominasi untuk bertukar pikiran mengenai masa depan bangsa.
Hashim mengatakan dirinya hadir dalam forum tersebut setelah diundang untuk menyampaikan pandangan mengenai masa depan Indonesia. Ia juga membawa pesan pentingnya menjaga harapan dan semangat generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Ini kan ada Youth Leaders Summit, ada beberapa ratus anggota Gempar datang berkumpul di sini untuk tukar pikiran. Saya diundang untuk berbicara mengenai masa depan bangsa kita, harapan bagi bangsa kita, harapan bagi generasi muda,” kata Hashim.
Hashim menilai masa depan Indonesia memiliki prospek cerah apabila masyarakat mampu menjaga persatuan. Ia mengingatkan agar perbedaan yang ada tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu perjalanan bangsa.
“Itu yang saya sampaikan ke para peserta, bahwa menurut saya masa depan bangsa Indonesia sangat cerah. Yang penting bangsa Indonesia tidak gaduh, bangsa Indonesia tidak cekcok, kita bersatu, saya yakin kita pasti akan capai lebih bagus, masa depan lebih bagus,” ujar adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini.
Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi bekal bagi para pemimpin muda yang mengikuti GYLS 2026. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
GYLS 2026 digelar sebagai forum strategis yang mempertemukan pemimpin muda Kristen lintas kota dan denominasi. Kegiatan tersebut mengangkat keprihatinan terhadap kondisi bangsa sekaligus mendorong generasi muda mengambil peran dalam mempersiapkan masa depan Indonesia menuju 2045.















