ASPEK.ID, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) tadi malam. Pertemuan keduanya berlangsung beberapa menit menjelang dini hari dan membahas perkembangan terkini pemulihan pascabencana di Aceh.
Mengutip keterangan akun Instagram @sekretariat.kabinet, pembahasan utama dalam pertemuan tersebut mencakup progres pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya rumah hunian tetap yang jumlahnya kini telah mendekati 4.000 unit di berbagai wilayah Aceh. Selain itu, pemerintah juga masih melakukan perbaikan rumah warga yang tetap ingin menempati hunian lama.
“Selanjutnya pembahasan terkait peruntukan pencairan anggaran daerah yang telah disetujui Bapak Presiden Prabowo serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur umum yang berangsur pulih,” tulis @sekretariat.kabinet, Kamis (29/1).
Sejalan dengan itu, Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh merilis data terbaru terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) pascabencana banjir dan longsor.
Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh Safrizal ZA menyampaikan bahwa total Huntara yang direncanakan di seluruh Aceh mencapai 16.294 unit. Progres pembangunan terus bergerak di berbagai kabupaten/kota.
“Dari total tersebut, 3.248 unit Huntara telah selesai dibangun atau setara dengan 19,9%, sementara 13.046 unit lainnya (sekitar 80,1%) sedang dalam proses pengerjaan,” kata Safrizal dalam keterangannya, Selasa (27/1).
Safrizal menegaskan, percepatan pembangunan menjadi prioritas utama mengingat masih banyak korban bencana yang bertahan di lokasi pengungsian.
Hingga saat ini, tercatat 12 kabupaten/kota telah mengajukan pembangunan Huntara, sementara 16 kabupaten/kota mengusulkan bantuan Dana Tunggu Hunian.
Sejumlah daerah mencatatkan progres signifikan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, di mana sekitar 1.000 unit Huntara telah rampung dan lebih dari 1.600 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Aceh Utara menyusul dengan 829 unit Huntara selesai dan sekitar 3.400 unit dalam proses pengerjaan. Sementara itu, Pidie Jaya telah menyelesaikan 222 unit, Aceh Tengah 275 unit, serta Bener Meriah sekitar 200 unit dari total rencana ratusan unit Huntara.
Untuk skema Dana Tunggu Hunian, Safrizal menyebutkan jumlah penerima mencapai 8.047 kepala keluarga. Dari angka tersebut, sekitar 4.000 kepala keluarga telah menerima bantuan, sementara sisanya masih dalam tahap finalisasi administrasi.
“Sekitar 4.000-an KK lainnya masih dalam proses finalisasi, yang didominasi tahap pembukaan rekening dan verifikasi lapangan,” jelasnya.
Safrizal menegaskan bahwa pemerintah pusat terus bekerja ekstra guna memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari pendataan, percepatan pembangunan Huntara, hingga penyaluran Dana Tunggu Hunian.
Koordinasi intensif antarinstansi terus dilakukan agar masyarakat terdampak segera memperoleh kepastian hunian dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. []
























