ASPEK.ID, JAKARTA – Perusahaan minyak dan gas Royal Dutch Shell akan memangkas kapasitas pemrosesan minyak di salah satu kilang terbesarnya di kompleks manufaktur Pulau Bukom di Singapura.
Shell akan melakukan PHK terhadap sekitar 500 karyawan yang dimiliki oleh perusahaan saat ini.
Melansir Bloomberg, Rabu (11/11/2020), juru bicara perusahaan mengatakan Shell secara bertahap akan membuat perubahan dalam konfigurasi kilang Pulau Bukom selama tiga tahun ke depan.
Merampingkan kilang dengan kapasitas produksi 500.000 barel per hari itu akan memangkas karyawan dari 1.300 orang menjadi 800 hingga 2023.
“Industri penyulingan sekarang harus menangani jumlah kapasitas yang diperkirakan akan lebih rendah secara signifikan, langkah penyesuaian yang sebelumnya diperkirakan masih akan lama menjadi kejutan yang datang tiba-tiba,” ujar Direktur IHS Markit, Rob Smith.
Perusahaan dari Belanda itu mengatakan konsumsi minyak akan terus turun saat dunia beralih ke energi yang lebih bersih. Dampak Covid-19 mempercepat wacana pergeseran itu, di tengah kapasitas penyulingan yang jauh melampaui permintaan bahan bakar.
Banyak perusahaan energi Eropa memulai transformasi produksi menjadi lebih bersih dan lebih hijau, dengan lebih sedikit aset minyak pada pertengahan abad ini.
Bagi Shell, perubahan itu akan mengakibatkan pemangkasan 9.000 pekerja hingga akhir 2022, dengan penghematan biaya hingga 2,5 miliar dolar AS.
















