Platform chatbot kecerdasan buatan generasi terkini seperti ChatGPT bisa hasilkan tulisan level akademik tinggi menjadi salah satu keunggulan platform chatbot kecerdasan buatan generasi terkini seperti ChatGPT. AI menarik perhatian dunia karena ChatGPT menghasilkan teks dengan mutu tinggi. Produk perusahaan OpenAI itu mampu menjawab ujian magister bisnis dan kedokteran.
OpenAI selaku pembuat ChatGPT sudah memperingatkan platform ciptaannya memiliki batasan. Misalnya “terkadang menulis jawaban yang terdengar masuk akal tetapi salah atau tidak masuk akal.” AI produk perusahaan lainnya kemudian menyusul, termasuk Bard dari Google dan Bing AI dari Microsoft.
Berikut potensi ChatGPT dalam konteks negatif yang disederhanakan dari cnnindonesi, Sabtu (25/2/2023)
Malware
ChatGPT yang dapat membuat malware atau program jahat memang menakutkan. Platform dapat melakukannya tanpa henti karena AI tidak tidur. Majalah Infosecurity menulis “peneliti cybersecurity mampu membuat program polimorfik yang sangat sulit dipahami dan sulit dideteksi.”
Pada dasarnya para peneliti dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk menghasilkan kode untuk malware, kemudian menggunakan aplikasi tersebut untuk membuat variasi pada kode tersebut agar sulit dideteksi atau dihentikan.
Gusur penulis
Produk utama dari ChatGPT adalah tulisan. Platform ini pun sangat mungkin untuk menggantikan penulis profesional.
“Seorang klien memberi tahu saya dia tidak akan lagi membayar saya untuk menulis konten untuk situs webnya karena A.I. dapat menulisnya secara gratis,” kicau kolumnis Jason Colavito.
“Tetapi dia ingin membayar saya dengan tarif lebih kecil dari biasa untuk ‘menulis ulang’ dengan kata yang berbeda sehingga dapat melewati penapisan deteksi A.I,” lanjutnya.
Sejumlah pihak menilai AI ini belum sempurna. Salah satu ketidaksempurnaannya adalah bisa salah dalam memberikan jawaban atau inkonsisten terkait penggunaan kata-kata atau diksi.
Tipu HRD
Sebuah firma konsultan melaporkan tulisan yang dibuat oleh ChatGPT ketika proses melamar kerja berhasil mengalahkan 80 persen pelamar lainnya.
Hal ini disebut karena ChatGPT dapat menggunakan kata kunci yang menarik untuk para perekrut dan aplikasi perangkat lunak yang mereka gunakan untuk memfilter tulisan.
Nyontek
ChatGPT diketahui dapat menjawab berbagai pertanyaan, termasuk yang berkaitan dengan tugas dan ujian sekolah. Meski penggunaan macam ini bisa diprediksi, ChatGPT yang lebih canggih kemungkinan bisa membingungkan guru.
Potensi ChatGPT untuk digunakan menyontek ini pun membuat Departemen Pendidikan New York City memblok akses ke platform itu pada perangkat yang terhubung dengan internet di sekolah-sekolah negeri.
Perusahaan penyedia foto Getty Images mengumumkan gugatan terhadap Stability AI, perusahaan pembuat aplikasi foto seni AI populer Stable Diffusion.
Dalam gugatannya, Getty Image menuduh perusahaan teknologi tersebut melakukan pelanggaran hak cipta. Getty Image menuduh Stability AI menyalin dan memproses jutaan gambar milik mereka tanpa mendapatkan lisensi yang sesuai.
Perusahaan menilai Stability AI tidak mengejar lisensi dari Getty Images. Pihaknya pun menempuh jalur hukum karena menganggap pengembang mengejar keuntungan komersial sendiri.
Pembunuh
Terlepas dari kecanggihan teknologi AI, sejumlah pengamat mengkhawatirkan penggunaan AI terutama dalam pertempuran yang terjadi di kota. Pasalnya, AI tak mengerti soal Hukum Konflik Bersenjata (Laws of Armed Conflict) dan bisa berpotensi menjadi robot pembunuh.
Di bidang militer, AI sendiri dibutuhkan “menyediakan bantuan robotik di medan pertempuran, yang dapat membuat pasukan mempertahankan atau melebarkan kapasitas tempur, tanpa perlu meningkatkan jumlah pasukan”.
Singkatnya, sistem robotik akan mengerjakan tugas yang dianggap kasar atau terlalu berbahaya untuk manusia. Tugas-tugas itu antara lain memberi pasokan untuk pasukan, pembersihan ranjau, atau pengisian bahan bakar pesawat di udara.




















