• Latest
  • Trending
Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Setoran Danantara Rp120 Triliun ke APBN Kurangi Penerbitaan SBN

Angkasa Pura II Sediakan Bilik Penyemprotan Disinfektan Berjalan

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 24.00 WIB

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang sampai 24.00 WIB

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Awasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri, Polri Jaga Ketat Pintu Masuk Indonesia

Penumpang Gagal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund Tiket 100%

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Tutup 951 Pinjol Ilegal

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Kaji Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo: Takdir Indonesia Berada di Ring of Fire

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

KRI Gajah Mada Disiapkan Jadi Kapal Induk Helikopter

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Hadapi Bencana, Purbaya Tambah Rp5 Triliun ke BNPB

Bisnis SMS dan Telepon Turun, Telkom Indonesia Masih Laba Rp 16,46 T

Telkom Siapkan Dividen Hingga 90 Persen dari Laba Bersih 2026

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Penutupan Tujuh Bandara Termasuk Soetta Diperpanjang Hingga Senin Pukul 18.00 WIB

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.664

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Setoran Danantara Rp120 Triliun ke APBN Kurangi Penerbitaan SBN

by Aspek
September 1, 2026
in BERITA TERBARU, MARKET
Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara. Foto: Danantara

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA –  Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai setoran keuntungan Danantara sebesar Rp 120 triliun ke APBN menekan kebutuhan pembiayaan pemerintah.

BacaJuga

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 24.00 WIB

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang sampai 24.00 WIB

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Penumpang Gagal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund Tiket 100%

OJK Tutup 951 Pinjol Ilegal

Prabowo Kaji Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

 

“Kalau Rp 120 triliun tersebut benar-benar masuk dan tidak diikuti tambahan belanja dengan nilai yang sama, kebutuhan pembiayaan bisa turun cukup signifikan,” kata Yusuf dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).

Menurut Yusuf, masuknya dana tersebut ke APBN dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengurangi penerbitan surat berharga negara (SBN) atau menekan pasokan obligasi pemerintah di pasar.

 

Dalam kondisi tersebut, biaya bunga berpotensi lebih terkendali. Selain itu, tekanan pembiayaan terhadap sektor swasta juga dapat sedikit berkurang.

 

Yusuf mengingatkan manfaat terhadap pengurangan kebutuhan utang akan lebih kecil apabila dana tersebut justru digunakan untuk membiayai belanja baru.

 

“Jadi, yang penting bukan hanya berapa besar dana yang masuk, tetapi bagaimana dana itu digunakan dalam APBN,” ujarnya menambahkan.

 

Secara umum, Yusuf menilai skema saat ini berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan dengan mekanisme sebelumnya.

 

Sebelumnya, dividen BUMN secara rutin masuk ke pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kekayaan negara dipisahkan (KND) dalam APBN. Dana tersebut kemudian dialihkan ke Danantara setelah adanya amandemen Undang-Undang BUMN pada tahun lalu.

 

Adapun setoran dividen BUMN sebelumnya disebut berada di kisaran Rp 90 triliun per tahun.

 

“Namun perbandingannya tidak bisa hanya dilihat dari angka. Setoran KND sebelumnya relatif rutin dan lebih mudah diproyeksikan dalam APBN. Sementara setoran dari Danantara lebih bergantung pada kinerja investasi dan keputusan pemerintah,” jelas Yusuf.

 

“Selain itu, setiap dana yang ditarik ke APBN berarti ada dana yang tidak digunakan Danantara untuk investasi jangka panjang. Jadi ada biaya kesempatan yang perlu diperhitungkan,” ujarnya lagi.

 

Pada sisi lain, Yusuf menilai keputusan mengenai setoran Danantara ke APBN juga berkaitan dengan kredibilitas lembaga tersebut.

Menurutnya, jika Danantara ingin diposisikan sebagai pengelola investasi negara yang bersifat komersial dan berorientasi jangka panjang, pasar akan memperhatikan seberapa jelas pemisahan antara dana investasi dan kebutuhan fiskal pemerintah.

 

“Transfer ke APBN dalam jumlah besar tidak selalu negatif, tetapi harus transparan supaya investor bisa membedakan mana keuntungan investasi yang benar benar baru dan mana penerimaan yang pada dasarnya merupakan pengalihan kembali dividen BUMN yang sebelumnya memang sudah menjadi sumber penerimaan negara,” tuturnya.

 

 

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Mulai Transformasi RS BUMN dari RSPP

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai mengakselerasi transformasi rumah sakit milik BUMN melalui PT...

Brantas Abipraya Kebut Selesaikan Bendungan Sepaku Semoi di IKN

Brantas Abipraya Tutup 29 Entitas, Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Brantas Abipraya segera merampungkan proses pemangkasan 29 entitas usahanya. Ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk...

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Jajaki Investasi Rp 2 Triliun di Perusahaan Bus Listrik Bakrie

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Danantara Investment Management (DIM) membuka peluang investasi hingga Rp 2 triliun ke perusahaan afiliasi Bakrie Group,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In