• Latest
  • Trending

Terungkap Alasan Komisaris dan Direksi Garuda Jadi Ramping

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Prabowo: Negara Hadir Cepat dan Masif di Bencana Aceh hingga NTT

Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT

Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

6 Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalimantan

PLTS Likupang, Panel Surya Terbesar di Indonesia Salurkan Listrik 15 MW/Hari

Indonesia Bangun 14 PLTS Berkapasitas 5,3 GWp Terbesar di Dunia

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Cerita ASN Setahun Tinggal di IKN, Punya Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga dan Olahraga

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Target Karhutla di RI Tuntas dalam 1-2 Pekan

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan, BUMN Rugi Jadi Untung

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Alasan Investor Global Lirik RI

Era AI Ubah Dunia Kerja, Sarjana Harus ada 3 Kapasitas

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Terungkap Alasan Komisaris dan Direksi Garuda Jadi Ramping

by Aspek
Agustus 14, 2021
in BERITA UTAMA, BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan  melakukan pengurangan jumlah dewan komisaris dan direksi pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Jumat (13/8/2021).

Irfan mengatakan, perubahan susunan dilakukan sesuai dengan usulan pemegang saham Seri A Dwiwarna atau Negara Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN.

“Ini sesuai usulan dari pemegang saham Seri A Dwiwarna dan bagian dari langkah strategis mempersiapkan Garuda menjadi perusahaan dengan tata kelola organisasi yang lebih agile, fokus, dan adaptif khususnya di Covid-19,” ujar Irfan usai RUPST Garuda Indonesia, Jumat (13/8/2021).

BacaJuga

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan, BUMN Rugi Jadi Untung

Hera Handayani Mengundurkan Diri dari Direksi Elnusa

Danantara Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi, ada WNA

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

BEI Suspensi Saham ADHI Imbas Tunda Bayar Bunga Dua Obligasi

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Irfan tidak menjawab terkait alasan pengurangan jumlah pengurus perseroan. Menurutnya lebih tepat dijawab oleh Kementerian BUMN. Namun, untuk pengurangan direksi, secara pribadi dia berpendapat hal ini kemungkinan dilakukan dalam upaya pengurangan jumlah karyawan di Garuda.

“Ini mungkin sebuah upaya yang tak terhindarkan mengingat dari waktu ke waktu kita lakukan upaya-upaya pengurangan jumlah karyawan ini secara tidak langsung dan menciptakan komplikasi, tapi kita siap jalani ini,” kata dia.

Irfan menyebut, keputusan RUPST merupakan keputusan yang tidak mudah karena selama beberapa bulan terakhir ini perseroan melewati masa pandemi dan turbulensi.

Pemegang saham Garuda Indonesia menunjuk Timur Sukirno sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen. Kemudian Abdul Rachman sebagai komisaris independen.

Garuda menghapus dua posisi direksi, yaitu posisi Wakil Direktur Utama yang dijabat Dony Oskaria dan Direktur Niaga dan Kargo yang dijabat M. Rizal Pahlevi.

Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia hasil RUPST:

Komisaris

1. Komisaris Utama/Komisaris Independen: Timur Sukirno

2. Komisaris: Chairal Tanjung

3. Komisaris Independen: Abdul Rachman

Direksi

1. Direktur Utama: Irfan Setiaputra

2. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Prasetio

3. Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea

4. Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana

5. Direktur Teknik: Rahmat Hanafi

6. Direktur Layanan dan Niaga: Ade R. Susardi

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

4 Eks Komisaris Garuda Absen dari Panggilan Kejagung

Kejagung  panggil tujuh mantan komisaris maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sewa pesawat. Namun, empat...

3 Eks Komisaris Garuda Indonesia Diperiksa Kejagung

Tim jaksa penyidik Jampidsus Kejagung menyelesaikan pemeriksaan tiga saksi dugaan korupsi pengelolaan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tahun 2011-2021, Kamis...

Erick Thohir Minta Garuda Fokus 2 Hal Usai Perubahan Manajemen

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi di PT Garuda Indonesia  (Persero) Tbk terus dilakukan dengan tepat dan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In