ASPEK.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya saat ini.
Hal itu dikatakannya setelah puluhan ribu pengunjuk rasa anti-pemerintah menentang larangan demonstrasi dan dia memperingatkan mereka untuk tidak bertahan.
Larangan pertemuan lebih dari lima orang diberlakukan Kamis pagi setelah hampir tiga bulan protes yang menyerukan pengurangan kekuasaan monarki Raja Maha Vajiralongkorn serta penghapusan Prayuth.
Para pengunjuk rasa menentang larangan tersebut dan menggelar salah satu demonstrasi terbesar di Bangkok pada Kamis malam.
“Saya tidak akan berhenti,” kata Prayuth setelah rapat kabinet darurat seperti dikutip dari Reuters.
Dia memperingatkan orang-orang untuk tidak melanggar tindakan darurat.
Para pengunjuk rasa berusaha menyingkirkan Prayuth, yang pertama kali mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 2014.
Para pengunjuk rasa juga menginginkan konstitusi baru, untuk menggantikan yang dirancang di bawah pemerintahan militer.
Seruan juga dibangun untuk reformasi monarki, yang dituduh oleh pengunjuk rasa membantu memperkuat pengaruh militer selama puluhan tahun dalam politik.
























