ASPEK.ID, JAKARTA – Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan volume dan nilai transaksi digital banking melejit 513,7 juta transaksi pada Desember 2020. Sementara nilai transaksinya menjadi Rp2.774,5 triliun pada periode yang sama.
Meningkatnya transaksi karena besarnya aktivitas belanja online masyarakat jelang tahun baru. Hal ini juga didukung perubahan kebiasaan masyarakat dari pembayaran tunai menjadi nontunai di tengah pandemi virus corona atau covid-19.
“Transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh tinggi sejalan dengan penggunaan platform e-commerce dan instrumen digital di masa pandemi,” ujar Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara virtual, Kamis (21/1/2021).
Begitu pula dengan transaksi menggunakan uang elektronik. Jumlahnya meningkat 30,44 persen menjadi Rp22,1 triliun.
Sementara nilai transaksi masyarakat menggunakan uang tunai atau uang kartal yang diedarkan meningkat 13,25 persen menjadi Rp898,9 triliun.
Hal ini berbanding terbalik dengan transaksi pembayaran menggunakan ATM, kartu debet, dan kartu kredit. Tercatat, nilai transaksi cuma tumbuh 1,36 persen menjadi Rp695,5 triliun.














