• Latest
  • Trending
Uni Eropa Resmi Resesi

UE Lamban, Negara-negara Eropa Timur Andalkan Vaksin Rusia dan Cina

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

UE Lamban, Negara-negara Eropa Timur Andalkan Vaksin Rusia dan Cina

by Zamzami Ali
Februari 19, 2021
in NEWS
Uni Eropa Resmi Resesi

Bendera Uni Eropa. [Foto: EPA/Patrick Seeger]

ASPEK.ID, JAKARTA – Uni Eropa (UE) dilaporkan saat ini masih tertinggal jauh dalam hal pengadaan serta penggunaan vaksin Covid-19 jika dibandingkan Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Kondisi ini otomatis menciptakan tekanan politik pada pemerintahan anggota UE untuk mempercepat program penyelamatan nyawa di tengah krisis corona.

Pemerintah Kroasia diberitakan DW, telah meminta regulator obatnya untuk mempertimbangkan menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 buatan Rusia Sputnik V tanpa menunggu persetujuan Uni Eropa, kata Menteri Kesehatan Vili Beros hari Rabu (17/2).

BacaJuga

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Dalam sebuah wawancara dengan radio pemerintah, Menteri Kesehatan Kroasi Vili Beros mengatakan dia telah mendiskusikan pembelian vaksin Sputnik V dengan duta besar Rusia di Zagreb.

“Kami berpikir untuk mengamankan vaksin itu lebih awal untuk kami. Sekarang terserah para ahli (Kroasia) untuk memperoleh informasi tentang efisiensi dan keamanan vaksin, dan tentang peraturan serta persyaratan yang diperlukan,” ujar Beros, dikutip Jumat (19/2).

Negara tetangga Kroasia, Hongaria, sejauh ini menjadi satu-satunya negara anggota Uni Eropa yang sudah mulai menggunakan vaksin Rusia Sputnik V dan vaksin Cina buatan Sinopharm tanpa menunggu persetujuan dari regulator Eropa European Medicines Agency (EMA).

Sebuah pesawat yang membawa 550.000 dosis vaksin Sinopharm mendarat di bandara internasional Budapest awal minggu ini setelah terbang dari Beijing.

“Pengiriman tersebut cukup untuk memvaksin 275.000 orang dengan suntikan dua dosis”, kata Dr. Agnes Galgoczy dari Pusat Kesehatan Masyarakat Nasional pada sebuah konferensi pers.

“Dengan vaksin ini, lima jenis vaksin berbeda sekarang tersedia di Hongaria sehingga kami dapat memvaksinasi sebanyak mungkin orang dan secepat mungkin,” kata Dr. Agnes Galgoczy sambil menambahkan, vaksinasi tidak akan dimulai sampai vaksin impor itu dievaluasi oleh Departemen Kesehatan Nasional.

Para pemimpin Hongaria, Slovakia dan Polandia mengatakan mereka mendukung pembelian vaksin dari mana saja terlepas dari geopolitik, selama vaksin aman dan efektif.

PM Slovakia Igor Matowic dan PM Polandia Mateusz Morawiecki menyatakan bahwa mendukung posisi pimpinan Hongaria Viktor Orban, yang membeli vaksin dari Cina dan Rusia.

Ketiga pemimpin berbicara pada pertemuan untuk memperingati 30 tahun Visegrad Group, badan informal kerjasama politik dan ekonomi antara Polandia, Hongaria, Republik Ceko dan Slovakia. Diselenggarakan oleh Morawiecki, acara tersebut mempertemukan Orban, Matovic, dan Perdana Menteri Ceko Andrej Babis.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban sebelumnya mengkritik lambatnya program pengadaan vaksin Uni Eropa.

“Jika vaksin tidak datang dari Brussel, kita harus mendapatkannya dari tempat lain. Kita tidak bisa membiarkan warga Hongaria mati hanya karena Brussel terlalu lambat dalam pengadaan vaksin,” kata Orban Januari lalu.

Selain membeli vaksin Sinopharm, Hongaria juga telah setuju untuk membeli 2 juta dosis vaksin Sputnik V Rusia, yang mulai digunakan rumah sakit di Budapest minggu lalu.

Serbia juga menggunakan vaksin Rusia Sputnik V dan menyatakan akan berbagi dengan Montenegro. 2.000 dosis Sputnik V akan dikirim ke Montenegro untuk membantu negara itu memulai vaksinasi massal.

Serbia sebelumnya telah mendonasikan 4.680 dosis vaksin BioNTech-Pfizer kepada Makedonia Utara, yang memulai kampanye vaksinasi hari Rabu (17/2) lalu.

Komentar
Share37Tweet23SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PTPN Siap Pasok 1 Juta Ton Sawit ke PLN

Jokowi Sorot Kebijakan Uni Eropa Hambat Ekspor RI

    Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda, PM Ceko, dan juga PM Swedia di sela-sela rangkaian KTT Peringatan...

Jurus RI Jika Gugatan Uni Eropa di WTO Menang

Jurus RI Jika Gugatan Uni Eropa di WTO Menang

Kemendag bicara gugatan Uni Eropa ke World Trade Organization (WTO) terhadap Indonesia yang tegas melarang ekspor nikel. Direktur Jenderal Perundingan...

Pengusaha Setuju Harga Vaksin Gotong Royong

Alasan BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Sinopharm sebagai Booster

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) sebagai vaksin dosis lanjutan atau booster bagi Vaksin...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In