ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memaparkan kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun buku 2020.
Pria yang akrab disapa Tiko itu menjelaskan, aset Jiwasraya tercatat hanya mencapai Rp15,72 triliun dengan jumlah liabilitas sebesar Rp54,36 triliun.
Sementara posisi ekuitas negatif hingga Rp38,64 triliun, dan tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah terlihat pada kondisi keuangan perseroan pada laporan keuangan 2020.
“Liabilitas polis naik hingga Rp54,4 triliun yang dikontribusikan dari Produk Saving Plan Rp17 triliun dan non saving plan Rp37,4 triliun,” kata Tiko dalam video conference di Jakarta, Rabu (28/4).
Selain itu, Tiko juga memaparkan skenario yang akan terjadi pasca penawaran restrukturisasi polis disetujui oleh mayoritas pemegang polis Jiwasraya.
Restrukturisasi dilakukan sebaik-baiknya untuk memastikan portofolio polis yang ditransfer dapat menciptakan keuntungan perusahaan baru yakni IFG Life.
Hingga 26 April 2021 sebagian besar pemegang polis telah menyetujui program restrukturisasi polis, dengan rincian sebanyak 82,8 persen polis korporasi, 75,3 persen polis ritel, dan 92,9 persen polis bancassurance.
“Jiwasraya akan beroperasi sebagai sebuah perseroan terbatas untuk menyelesaikan utang dengan dukungan aset yang tersisa kepada polis-polis yang tidak setuju direstrukturisasi,” ungkapnya.











