ASPEK.ID, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) membatasi volume penerbangan yang ada di 15 bandara yang dikelola perusahaan dalam rangka menahan laju penyebaran virus Corona Covid-19.
Seperti diketahui, Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019.
Hingga Jum’at (27/3) siang, sebanyak 199 negara dikonfirmasi telah terjangkit Covid-19 dengan jumlah 531.864 kasus. Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 24.073 kasus, sedangkan 123.942 di antaranya telah dinyatakan sembuh.
Sementara di Indonesia, sudah ada 1.046 kasus per 27 Maret 2020. Dari data itu, 87 meninggal dunia dan 46 orang dinyatakan sembuh. Sebarannya juga meluas di 28 provinsi sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu.
“Secara umum, 15 bandara yang kami kelola ada pengurangan penerbangan, kami mengurangi volume, kami atur volume penerbangan. Sifatnya tidak lockdown,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi melalui video konferensi, Sabtu (28/3).
Pengurangan volume penerbangan dikatakan Faik Fahmi salah satunya terlihat dari penggunaan garbarata (boarding bridge) di bandara yang dikelola.
“Karena penerbangan terbatas, maka kita hanya operasikan hanya tiga saja, yang dua kita istirahatkan. Begitu juga petugas yang bertugas, kita atur sedemikian rupa agar mereka memiliki waktu istirahat yang lebih,” katanya.
Namun, meski volume penerbangan berkurang perseroan tetap menjaga layanan terhadap penumpang tetap maksimal.
Faik Fahmi juga menjelaskan terkait permintaan lockdown Bandara Sentani, Papua, yang dikatakannya saat ini masih dalam proses di Kementerian Perhubungan.
“Di Sentani ada permintaan menutup, tapi proses ini masih sedang dipastikan dengan Kemenhub. khusus logistik tetap dioperasikan normal,” ucapnya.
Angkasa Pura I saat ini mengelola 15 bandara, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin serta Bandara Ahmad Yani Semarang.
Juga Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.
Perseroan juga mempunyai lima anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail














