ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menargetkan holding hotel BUMN selesai pada Mei ini di bawah Wika Reality. Holding Hotel BUMN direncanakan akan dibagi menjadi dua bagian.
Pertama adalah holding hotel BUMN kepemilikan atau ownership yang akan dipegang oleh Wika Reality dan holding BUMN operatorship yang dipegang oleh Hotel Indonesia Natour (HIN).
“Jadi holding hotel sampai dengan saat ini kita sedang tahap pembentukan SPV di masing-masing, dan kita harapkan bulan Mei. Kita sudah mulai selesai launching 100% holding hotel di Wika Realty,” ujarnya dalam acara Webinar, Rabu (14/4/2021).
Hingga saat ini, ada 22 hotel yang akan masuk ke holding hotel BUMN. Dalam tahap awal holding diperkirakan total aset yang terkumpul mencapai Rp4,7 triliun.
“Tahap pertama ada 22 hotel, kurang lebih Rp4,7 triliun,” ucapnya.
Setelah terbentuk, pihaknya akan melakukan renovasi pada hotel-hotel yang dimiliki oleh holding hotel BUMN. Renovasi dan upgrade hotel yang dilakukan ini diperkirakan membutuhkan waktu 2 tahun.
Setelah rampung diharapkan pandemi Covid-19 juga sudah rampung. Sehingga, holding hotel BUMN ini bisa segera mendapatkan pemasukan dari bisnis tersebut.
“Sehingga dengan 2 tahun ini diharapkan pandemi sudah berakhir. Kemudian upgrade hotel sudah menjadi sangat baik, sehingga di 2022 holding hotel ini sudah menjadi pendapatan yang cukup baik bagi Wika Realty,” kata Agung.
Setelah pendapatan cukup baik, sambung dia, maka barulah memikirkan untuk rencana melantai di bursa saham atao Initial Public Offering (IPO). Ditargetkan Wika Reality bisa IPO di 2023 mendatang.
“Sehingga kita akan merencanakan IPO di 2023,” kata Agung.
























