ASPEK.ID, JAKARTA – Indonesia melakukan ekspor perdana 1,5 ton kopi Boyolali, Toraja, dan Bajawa Flores ke Hamburg, Jerman pada Kamis (4/3) lalu.
Ekspor yang dilepas secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar ini, dinilai akan memberikan dampak positif bagi para petani kopi di Indonesia.
Bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg, ekspor ini jadi bukti konkret upaya diplomasi ekonomi untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui diplomasi kopi di Jerman.
Ekspor perdana ini juga semakin menegaskan upaya Indonesia dalam mendorong ekspor kopi berkualitas dan berkelanjutan. Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia.
Sementara Jerman sendiri adalah pengimpor terbesar biji kopi di Eropa. Diharapkan kopi Indonesia juga akan meramaikan pasar negara-negara Uni Eropa lainnya.
“Konsumen kopi di Jerman dan Uni Eropa sangat menghargai specialty coffee dan memiliki komitmen kuat terhadap perkebunan kopi yang sustainable, traceable, serta mengimplementasikan fair trade,” ujar Mahendra.
Duta Besar RI di Berlin, Arif Havas Oegroseno mengapresiasi upaya promosi ini dan menyebut bahwa ini akan memicu perdagangan langsung kopi dari produsen di Indonesia dengan importir dari Jerman.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-9 eksportir kopi ke Jerman dengan hanya 1,78 persen dari pasar kopi Jerman.
“Ekspor 1,5 ton ini adalah langkah awal penetrasi agresif kopi Indonesia ke pasar Jerman. Saya targetkan ke depannya kita bisa ekspor 60 ribu ton kopi langsung ke Jerman,” terang Havas.
Pelepasan kopi Indonesia ke Jerman merupakan puncak dari kegiatan diplomasi kopi yang intensif dilakukan sejak tahun 2020 melalui berbagai kegiatan.
Konjen RI Hamburg, Ardian Wicaksono mengatakan bahwa suksesnya ekspor perdana kopi Boyolali, Toraja, dan Flores Bajawa ke Hamburg menegaskan bahwa kopi Indonesia tidak kalah rasanya dari varian kopi dari negara-negara lain.
Di sisi lain, Koperasi Produsen Kopi Rakyat Indonesia (KOPIRA), House of Coffee (HOC) Barista ID, Dingiso Coffee, dan MyBali Coffee menyampaikan apresiasi terhadap upaya ekspor kopi Indonesia ke Jerman.
Upaya ini dinilai sangat berarti dan bagi petani kopi, produsen, eksportir, dan importir khususnya di masa pandemi COVID-19 saat ini.
MyBali Coffee sebagai importir kopi asal Jerman sepakat mengimpor kopi Boyolali, Toraja, dan Flores Bajawa masing-masing sebesar 500 kg dari KOPIRA dan HOC Barista ID, dan akan dilanjutkan pengiriman berikutnya pada bulan-bulan ke depan.























