• Latest
  • Trending
Irfan Setiaputra Akui Belum Dipanggil Erick Thohir

6 Anak Cucu Usaha Garuda Dipangkas, Termasuk Tauberes

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Siaga Tempur, 600 Prajurit TNI dan 5 Kapal Perang ke Natuna

TNI Kerahkan 8.012 Prajurit dan 27 Alutsista untuk Penanganan Gempa NTT

Pandemi Tak Hilangkan Makna & Kesyahduan Ramadan

Pramono Luruskan Isu Soal Tarif Parkir Mobil Jakarta Naik Rp 60 Ribu per Jam

Jelang 100 Hari, Begini Penilaian Prabowo Terhadap Kabinetnya

Prabowo Kumpulkan Kepala BIN hingga Menhan di Hambalang, Ini yang Dibahas

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Jelang Championship, Ricky Nelson Siapkan Senjata Baru Persis Solo

Prabowo ke Riau, Pastikan Karhutla Padam

Prabowo ke Riau, Pastikan Karhutla Padam

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Mengapa Gen Z Terlihat Lebih Tua Namun Milenial Awet Muda?

Anak Korban Tsunami Aceh Kuliah Gratis di UGM Tanpa Tes

Perusahaan Milik UGM Siap IPO di Pasar Modal Buru Rp45 miliar

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

Prabowo Kirim 500 Pompa Air ke Kalimantan & 31 Ton Logistik ke NTT

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

BNPB Minta Malaysia-Singapura Tak Saling Salahkan Tentang Asap Karhutla

Banyuwangi Jadi Percontohan Terbaik Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Banyuwangi Jadi Percontohan Terbaik Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

6 Anak Cucu Usaha Garuda Dipangkas, Termasuk Tauberes

by Zamzami Ali
April 3, 2020
in BERITA UTAMA, BUMN
Irfan Setiaputra Akui Belum Dipanggil Erick Thohir

Ilustrasi Garuda Indonesia. [Foto: Istimewa]

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pemangkasan terhadap puluhan anak cucu usaha perusahaan pelat merah yang bernaung di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Efisiensi BUMN dikatakan Erick Thohir harus tetap dijalankan sesuai dengan KPI yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut harus dilaksanakan meskipun ekonomi Tanah Air tengah digempur Corona.

“GCG (good corporate and governance) harus fokus pada inti atau core bisnis, efisiensi yang berkelanjutan, agar kita terus sehat,” ujar Erick Thohir saat telekonferensi dengan wartawan, Jum’at (3/4).

BacaJuga

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp 36 M di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK

Garuda Uji Coba Internet Ngebut, Penumpang Bisa Video Call di Udara

Dony Oskaria: BUMN Karya: Utang Banyak, Anak Usaha Bermasalah

Sebanyak 51 anak cucu BUMN yang dipangkas itu berasal dari 3 perusahaan pelat merah kelas atas, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Tbk.

Di Garuda Indonesia, jumlah anak dan cucu usaha yang dipangkas ada 6 perusahaan, di Pertamina ada 25 anak cucu usaha dan di Telkom ada 20 anak cucu usaha.

Salah satu anak cucu perusahaan BUMN yang dipangkas Erick Thohir, yakni PT Garuda Tauberes Indonesia. Perusahaan ini bergerak di sektor pengembangan dan pemrograman aplikasi perdagangan melalui internet.

Nantinya, pemangkasan 51 anak cucu usaha BUMN ini akan menggunakan skema merger, likuidasi, ataupun divestasi.

“Garuda Tauberes online dari kargo, sebenarnya bisnis kargo Garuda sudah ada, kenapa mesti ada swicth off lagi, kan tinggal ditambahkan saja divisi yang ada,” jelasnya.

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa, saat ini jumlah perusahaan pelat merah jumlahnya ada 142 perusahaan.

Budi Gunadi Sadikin memperkirakan bahwa 142 perusahaan pelat merah ini mempunyai anak, cucu hingga cicit mencapai lebih dari 1.000 perusahaan.

“Jadi totalnya mungkin ada 1.000-1.200. Kita juga tidak tau angka yang pastinya berapa,” katanya beberapa waktu lalu.

Komentar
Share55Tweet30SendShareShare8Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dua Pesawat Garuda Hampir ‘Crash’ di Bandara Soetta

Garuda Jelaskan Alasan Direktur Niaga Garuda Diberhentikan

    ASPEK.ID, JAKARTA  - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjelaskan pemberhentian sementara Direktur Niaga merupakan bagian dari dinamika...

Kandidat Kuat Direktur Utama Garuda Indonesia

BEI Pantau Saham GIAA di Tengah Rencana Merger Garuda dan Pelita Air

Jakarta - Emiten maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) masuk daftar saham dalam pemantauan Bursa Efek Indonesia...

Dirut Garuda Kemungkinan Besar ‘Diimpor’, Komisaris Ada Penyegaran

Penjelasan Garuda Bakal Gabung ke InJourney

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk jelaskan rencana penggabungan perusahaan ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau Holding BUMN Industri Aviasi dan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In