ASPEK.ID, JAKARTA – Virus Corona atau Covid-19 yang mewabah dalam beberapa waktu terkahir membuat persediaan masker di pasaran mengalami kelangkaan karena diserbu atau diborong oleh masyarakat.
Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa sejumlah perusahaan pelat merah siap memproduksi 6 juta masker mulai April 2020 mendatang.
Pendiri Mahaka Group itu menyebut bahwa Indonesia masih terus mencari bahan baku untuk produksi masker dalam negeri dengan menyasar Eropa sebagai pasar impor.
“Hanya dari BUMN saja, 6 juta masker. Bahan bakunya masih ada,” kata Erick Thohir di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (11/3).
Selain langka, harga masker di pasaran juga ikut meroket. Pekan lalu di Pasar Glodok, Jakarta, harga masker jenis Nexcare isi 50 seperti dilansir dari laman Tempo tembus Rp 850 ribu per kotak. Lalu, Sensi seharga Rp 450 ribu dan Accurate Rp 400 ribu.
Saat harga melonjak tinggi, Erick sempat turun ke lapangan dan mengecek stok masker di Apotek Kimia Farma, Cikini, Jakarta Pusat. Saat dikunjungi Erick, Kimia Farma memajang masker dan menjualnya dengan harga Rp 2.000 per pcs.
Erick Thohir mengakui saat ini stok masker milik PT Kimia Farma tidak stabil. Di sejumlah daerah, stok masker Kimia Farma sama sekali tidak ada alias kosong.
“Jujur, stok masker up and down tergantung kebutuhan. Kemarin saya cek di Jakarta aman, Manado kehabisan dan di Padang aman,” imbuh Erick Thohir.






















