ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Huawei berkolaborasi alih pengetahuan dan teknologi serta pengembangan ekosistem digital di Indonesia, dan MoU kerja sama telah ditandatangani belum lama ini.
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa melalui kerja sama ini, BPPT akan menerima manfaat dari alih pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh Huawei di bidang kecerdasan artifisial, cloud dan 5G.
Pengalaman panjang dan keberhasilan Huawei secara global dalam pengembangan serta penerapan teknologi-teknologi tersebut sangat bermanfaat sebagai acuan bagi dalam melakukan adopsi teknologi terdepan untuk mendukung kepentingan-kepentingan strategis.
“Selain akan berbagi pengalaman globalnya, Huawei juga akan terlibat dalam pengembangan kompetensi SDM di bidang kecerdasan artifisial, cloud dan 5G, serta terlibat dalam pembangunan ekosistem berbasis teknologi-teknologi tersebut untuk mendukung pertumbuhan industri digital Indonesia menuju pengembangan Indonesia Cloud System,” ungkap Hammam dalam pernyataan tertulis, Selasa (13/10).
Bagi Huawei, kerja sama dengan BPPT merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Indonesia terhadap kepemimpinan Huawei dalam bidang pengembangan teknologi-teknologi terdepan, khususnya kecerdasan artifisial, komputasi awan, dan 5G.
“Kerja sama ini juga menjadi penegasan kesiapan Huawei dalam mendukung sinergi triple-helix yang telah menjadi misi serta komitmen BPPT untuk membangun Indonesia sebagai bangsa dan negara maju berbasis inovasi, serta dalam membentuk ekosistem Industri Teknologi Digital Nasional, melalui kerja sama alih pengetahuan dan teknologi,” kata CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen.
Sebelummya Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan kolaborasi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan industri yang terjalin diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan ekonomi kreatif dan digital pada 2035 sebagai tahapan dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi cikal bakal upaya Indonesia untuk makin berdaya saing dalam Revolusi Industri 4.0 melalui inovasi di bidang sains dan teknologi, khususnya inovasi di bidang digital,” kata Bambang.























