ASPEK.ID, JAKARTA – Utang Indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih, di saat ekonomi dunia sedang terpukul akibat pandemi Covid-19.
Dalam laporan terbaru Bank Dunia disebutkan bahwa Indonesia masuk 10 besar negara berpendapatan menengah kecil atau berkembang yang memiliki utang luar negeri terbesar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa hampir semua negara saat ini mengalami kenaikan perihal utang luar negeri.
Disebutkan, banyak negara memperlebar defisit anggaran mereka, termasuk negara yang selama ini menerapkan defisit dengan hati-hati.
“Semua negara terjadi kenaikan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Senin (19/10)..
Berikut ini paparan Sri Mulyani tentang daftar proyeksi rasio utang terhadap PDB berbagai negara (2019 ke 2020):
1. Jepang: 238 persen menjadi 266,2 persen
2. Italia: 134,8 persen menjadi 161,8 persen
3. AS: 108,7 persen menjadi 131,2 persen
4. Prancis: 98,1 persen menjadi 118,7 persen
5. Kanada: 88,6 persen menjadi 114,6 persen
6. Inggris: 86,4 persen menjadi 108 persen
7. India: 72,3 persen menjadi 89,3 persen
8. Jerman: 59,5 persen menjdi 73,3 persen
9. Malaysia: 57,2 persen menjadi 67,6 persen
10. Cina: 52,6 persen menjadi 61,7 persen
11. Thailand: 41,1 persen menjadi 50,4 persen
12. Filipina: 37 persen menjadi 48,9 persen
13. Indonesia: 30,5 persen menjadi 38,5 persen
























