ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Lubricants, PT Pupuk Kujang dan PT Rekacipta Inovasi ITB membuat perusahaan patungan bernama PT Katalis Sinergi Indonesia (PT KSI).
Pendirian PT KSI sebagai perusahaan patungan penghasil katalis merupakan langkah kolaborasi yang ditempuh oleh BUMN) dan perguruan tinggi BHMN dalam rangka merealisasikan program pengembangan sumber daya energi berbasis kelapa sawit.
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono mengatakan, produk katalis memegang peranan penting dalam industri pengolahan minyak, industri kimia, dan petrokimia serta industri energi.
Saat ini, produsen dan pemasok katalis di Indonesia masih sangat sedikit sehingga potensi pengembangan inovasi katalis dalam negeri sangat besar dan harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis yang memang ahli dan memiliki kekuatan dalam bidang katalis.
“Pemanfaatan energi terbarukan melalui kelapa sawit membutuhkan katalis untuk akselerasi proses pengembangannya sehingga permintaan dan kebutuhan katalis akan terus meningkat secara signifikan di masa yang akan datang,” ujarnya, Kamis (31/12/2020).
Menurut Ageng, produksi katalis dari PT KSI akan berkontribusi sebesar ± 800 ton per tahun. Produk Katalis JV ini akan diserap sekitar 64% oleh Pertamina dan 34% dialokasikan untuk oleochemical plant.
“Dengan pembangunan pabrik secara lokal diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor katalis secara signifikan, mempercepat lahirnya inovasi produk dan teknologi baru, membangun daya saing industri dalam negeri sekaligus meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi bangsa Indonesia,” jelasnya.
Nilai investasi awal pembangunan pabrik katalis ini sekitar Rp170 miliar dengan porsi saham PTPL sebesar 38%, PKC sebesar 37%, dan RII sebesar 25%.
























