ASPEK.ID, JAKARTA – Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengaku tidak mengetahui sama sekali situasi dan perkembangan di internal Partai Demokrat.
Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat dimintai tanggapannya atas pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menuduh dia akan merebut Partai Demokrat tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi.
Pada Kamis (25/2) kemarin, Kader Muda Demokrat (KMD) menyatakan mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) dan meminta agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mundur dari jabatannya saat ini sebagai Ketua Umum.
Organisasi sayap partai berlambang Mercy itu juga mengusulkan agar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum dengan didampingi Edhie Baskoro Yudhoyono (AHY) sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Ketua Umum DPP Kader Muda Demokrat Aswin Ali Nasution menjelaskan bahwa Moeldoko dinilai merupakan sosok pemimpin yang humanis, egaliter dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat jika dibandingkan dengan AHY.
“Memang belum selesai Demokrat? Saya enggak ngikutin, ya. Begini, ya, saya selama ini bekerja. Kebetulan saya punya acara pernikahan putri saya yang terakhir sehingga 3 minggu terakhir saya sibuk urus itu, 4 minggu terakhir ini,” kata Moeldoko dalam keterangannya dikutip Jumat (26/2).
Panglima TNI periode 2013-2015 yang saat ini menjabat Kepala Staf Kepresidenan itu pun berharap tidak ada pihak-pihak yang menekan dirinya mengenai hal tersebut.
“Saya diam. Jangan menekan. Saya ingin ingatkan semuanya, saya ingatkan, karena saya bisa, sangat mungkin melakukan, apa itu, langkah-langkah yang saya yakini,” tegasnya. []
























