ASPEK.ID, JAKARTA – Kemarin, Rabu (21/4/2021) Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan keputusan memberhentikan Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh dan menunjuk Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang sebagai penggantinya.
Siapakah Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang? Berikuti ini jejak orang nomor 1 di PAL itu.
Pria yang memiliki nama lengkap Dr Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang, M.Eng ini lahir di Surabaya pada 14 Maret 1971.
Putra pasangan Roselin Trislan dan Otjan Daud Djenod Dg Malladja ini pernah kuliah di Arsitektur Universitas Hasanuddin Makassar dan Teknik Penerbangan ITB.
Kemudian mendapat beasiswa dari BJ Habibie ke Universitas Nagasaki, Jepang. info beasiswa ini diperoleh dari kakaknya dari kliping koran.
Saat kuliah di Jepang inilah dirinya mendalami dunia perkapalan. Djenod mendapatkan gelar doktornya di Hiroshima University, Jepang di bidang arsitektur perkapalan (Naval Architecture) dan meraih Mahasiswa Terbaik Studi Perkapalan se-Jepang di tahun 1997.
Ketika kuliah S3 di Jepang, Djenod membuat algoritma sistem optimasi desain kapal untuk kapal kontainer untuk mencapai efisiensi dalam proses pembangunan kapal.
Baca juga Ini Spesifikasi Kapal Frigate dari Inggris yang akan Dibangun PT PAL
Temuannya itu kemudian dia patenkan dan banyak digunakan oleh perusahaan kapal di Jepang.
Dia telah telah mendesain lebih dari 350 kapal milik perusahaan Jepang seperti kapal Oil Tanker, Chemical Tanker, LPG Tanker, Pure Car Carrier, Container vessel, dan berbagai jenis kapal lainnya yang semuanya dibangun di Jepang.
Kemudian dia pulang ke Indonesia dengan mendirikan perusahaan kapal Terafulk Megantara yang didirikan pada 2006. Melalui modal yang dikumpulkannya bersama kawan-kawannya, perusahaannya memfokuskan diri manufaktur kapal.
Kapal pertama yang bangun perusahaannya bernama Tunas Terafulk I diluncurkan di Galangan Kapal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada 21 Desember 2010 dengan panjang sekitar 30 meter dengan bodi kapal terbuat dari aluminium dan kapasitas penumpang sekitar 70 kursi.
Kapal kelas ini adalah kapal pertama di Indonesia yang keseluruhan proses pembuatannya, mulai dari desain hingga produksinya dikerjakan oleh Putra Indonesia.
Kapal keduanya Tunas Terafulk II, kapal dengan jenis yang sama, yakni kapal penunjang produksi migas kelas Crewboat dengan kapasitas 70 Pax dan ukuran panjang 30 meter yang dikerjakan di galangan di Madura sedang dalam proses pengerjaan.
























