ASPEK.ID, JAKARTA – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, buka suara terkait peluang akuisisi saham perusahaan tambang asal Prancis, Eramet, di proyek nikel PT Weda Bay Nickel (WBN).
Rosan mengatakan peluang investasi tersebut masih terbuka dan saat ini pihaknya sudah mulai menjalin komunikasi dengan Eramet. Menurutnya, Danantara siap menjadi mitra strategis lokal dalam pengembangan proyek nikel di Indonesia.
“Kita sih pada dasarnya terbuka, ya atas diskusi kemudian pembicaraan mengenai investasi yang ada di Indonesia dan kita kan Danantara ini bisa menjadi strong local partner juga, kan ya. Kita terbuka, kok. Kita diskusi juga dengan Eramet,” jelas Rosan, Rabu (13/5).
Sebagai informasi, PT Weda Bay Nickel telah beroperasi sejak 2019 lewat izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang berlaku hingga 2069.
Saat ini, saham WBN mayoritas dimiliki oleh Tsingshan Group sebesar 51,2%. Sementara Eramet menggenggam 37,8% saham dan sisanya 10% dimiliki PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam.
Sebelumnya, Danantara dan Eramet juga telah menandatangani kerja sama investasi untuk proyek hilirisasi nikel di Indonesia. Kesepakatan itu diteken di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan ekosistem bahan baku baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan kolaborasi itu diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai EV.
Dalam kerja sama tersebut, Danantara bakal berperan dalam penyediaan pembiayaan jangka panjang. Sementara Eramet akan menyumbang keahlian teknis dan pengalaman dalam pengembangan proyek tambang berstandar internasional.
“Kemitraan ini mencerminkan komitmen untuk mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia di Indonesia, yang merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat daya saing industri nasional. Kolaborasi ini juga mengintegrasikan kapasitas teknis tingkat global di bidang tambang berwawasan lingkungan yang mendukung pembangunan industri berkelanjutan,” tambah Pandu. []




![[Video] Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas 4,5 KM](https://aspek.id/wp-content/uploads/2021/01/semeru-bnpb-75x75.jpeg)



















