ASPEK.ID, JAKARTA – Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan menyebutkan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai , Bali memberi kesempatan bagi masyarakat, baik perorangan maupun institusi, yang berminat untuk melakukan pengambilan foto dan video di beberapa spot menarik di bandara.
Langkah tersebut merupakan inovasi layanan bagi masyarakat luas dan juga inovasi untuk memperluas potensi pendapatan bandara.
Dalam penggunaan fasilitas spot foto, pihak PT Angkasa Pura I (Persero) memberlakukan tarif pada wisatawan guna pemasukan pendapatan bandara.
“Harganya relatif terjangkau, masyarakat umum dapat mengabadikan momen indah bersama pasangan, keluarga, teman, dan orang tersayang di area bandara yang sebelumnya tidak dapat diakses publik,” ungkap Handy Heryudhitiawan, Minggu (13/6/2021).
Handy menuturkan fasilitas spot foto yang disediakan bandara sangat bagus untuk dijadikan tempat pengambilan gambar pada momen-momen indah ataupun bersejarah seperti acara prewedding.
“Bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen indah bersama untuk prewedding secara berbeda dan ikonik, photoshoot di Bandara Bali bisa menjadi pilihan utama lokasi prewedding Anda,” ujarnya.
Handy memaparkan, untuk dapat melakukan pengambilan foto dan video di Bandara Bali, masyarakat, khususnya untuk kategori perorangan, hanya perlu membayar tarif mulai dari Rp5.000.000,- per 4 jam dan untuk penambahan waktu dikenakan penambahan tarif sebesar Rp1.000.000,- per jam.
Sedangkan untuk kategori perusahaan atau corporate dikenakan tarif yang berbeda dengan tarif perorangan.
Dengan tarif tersebut, masyarakat yang berminat melakukan pengambilan foto dan video akan mendapatkan akses pengambilan foto dan video ke area sisi udara (airside) dan sisi darat (land side) (kecuali area terlarang), airport pass maksimum 8 orang, dan ruang ganti.
“Pihak pengelola Bandara Bali hanya menyediakan lokasi saja dan tidak menyediakan fotografer/ videografer, make-up artist, kostum, porperti lain terkait kegiatan pengambilan foto dan video,” imbuhnya.
“Karena bandara merupakan objek vital negara yang harus terjaga keamanannya, tidak semua area bandara dibuka untuk layanan ini. Kami juga memastikan bahwa aspek keamanan dan keselamatan di bandara tetap dijaga dan diutamakan walau terdapat layanan airport photo and video shoot,” tutup Handy.























