ASPEK.ID, JAKARTA – Satu-satunya koperasi di Indonesia yang bisa ekspor kopi gayo ke ke Starbucks di Amerika Serikat tanpa melalui agen adalah Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) di Aceh Tengah.
Demikian ungkap Ketua KBQ Baburrayan, Rizwan Husin kepada Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam kegiatan pelepasan 5 kointainer kopi gayo menuju pasar ekspor, Kamis (17/6/2021).
“Kita ketahui Pak Menteri, Starbucks menjadi pembeli kopi terbesar di dunia, untuk menjual ke sana, diperlukan perantara atau broker, namun kita tidak begitu, kita bisa langsung menjual kesana,” tegas Rizwan Husin.
Disebutkan, kopi yang diproduksi KBQ Baburrayan 100 persen dari petani yang beranggotakan 4.260 petani kopi organik yang tersebar di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Dan semuanya menjadi anggota Koperasi, yang tersebar 3.064 anggota di Aceh Tengah dengan luas lahan 3509 Ha, dan di Bener Meriah 1196 dengan luas lahan 2079 hektar. Total luasan lahan kebun kopi anggota kita sebesar 5590 Ha,” tegas Rizwan disadur dari Liintasgayo.
Rizwan menyatakan setelah di proses kopi-kopi tersebut menghasilkan grade 1 sebesar 85 persen dan non grade sebesar 15 persen.
“Kopi-kopi grade 1 dijual ke Amerika, Eropa dan Asia, sementara kopi non grade di jual di Indonesia,” katanya.
“Untuk pasar ekspor, Baburrayan mengekspor 90% ke Amerika dan 10% ke Eropa dan Asia,” tutup Rizwan.






















