• Latest
  • Trending

‘Most Dangerous Airlines In The World’

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Alasan Investor Global Lirik RI

Era AI Ubah Dunia Kerja, Sarjana Harus ada 3 Kapasitas

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Karhutla Kepung Wilayah Penyangga IKN, 470 Kejadian Terjadi di Kaltim

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Bali

Pembangunan PLTS 100 GWp di Bali Dimulai, Target Hemat Rp 73,9 T/Tahun

Pembangunan PLTS 100 GWp di Bali Dimulai, Target Hemat Rp 73,9 T/Tahun

Anwar Ibrahim Ungkap Kesepakatan Strategis dengan Prabowo soal Krisis Timur Tengah

PM Malaysia Anwar Ibrahim Surati Prabowo soal Investasi Felda

3 Investasi Ala Nabi Muhammad SAW yang Bisa Jadi Inspirasi Mengelola Harta

3 Investasi Ala Nabi Muhammad SAW yang Bisa Jadi Inspirasi Mengelola Harta

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas Antam Cetak Rekor Baru, Harga Hari Ini Naik Jadi Rp 2,768 Juta per Gram

STY Ungkap Tantangan Persija Usai Libur Panjang Jelang Piala Presiden

STY Sebut Level Permainan Persija Sudah Mencapai 70-80 Persen

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan di Kalimantan Terkait Karhutla

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

‘Most Dangerous Airlines In The World’

by Zamzami Ali
November 10, 2019
in NEWS, TEKNOLOGI

ASPEK.ID, JAKARTA – Situs AirlineRatings.com beberapa waktu lalu menerbitkan daftar maskapai paling berbahaya di dunia berdasarkan sistem peringkat satu sampai dengan tujuh bintang.

Faktor-faktor seperti kematian selama 1 dekade terakhir, daftar hitam negara dan sertifikat Audit Keselamatan Operasional Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IOSA) adalah beberapa hal yang dinilai.

Tak satu pun dari maskapai penerbangan di bawah ini mencapai lebih dari dua dari total tujuh bintang yang ditetapkan.

BacaJuga

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Era AI Ubah Dunia Kerja, Sarjana Harus ada 3 Kapasitas

Karhutla Kepung Wilayah Penyangga IKN, 470 Kejadian Terjadi di Kaltim

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Bali

Baca Juga: Daftar Panjang Bos BUMN Terlibat Korupsi, Siapa Menyusul?

Tara Air

Tara Air hanya mendapatkan satu bintang. Beberapa kecelakaan fatal pada 2010 dan 2011 di pegunungan Himalaya, belum membantu peringkat operator yang berbasis di Nepal ini.

Nepal Airlines

Maskapai ini telah mengalami 9 kecelakaan fatal selama 8 tahun terakhir. Nepal Airlines telah terbang sejak 1958 dengan nama Royal Nepal Airlines, maskapai ini dilarang terbang ke Uni Eropa.

Ariana Afghan Airlines

Maskapai nasional Afghanistan ini hanya memiliki 5 pesawat dalam armada mereka saat ini dan catatan mengejutkan 19 pesawat yang dihapuskan selama sejarahnya. Ariana pernah mengalami 7 insiden fatal dalam sejarahnya.

Bluewing Airlines

Bluewing berbasis di Suriname. Hilangnya 3 pesawat Antonov An-28 yang berbeda selama 3 tahun terakhir membuat maskapai ini dilarang terbang di wilayah udara Eropa dan beberapa Negara tetangganya.

Kam Air

Maskapai yang berbasis di Afghanistan ini dilarang terbang di wilayah udara AS, dan ketika Kam berusaha untuk terbang ke Uni Eropa pada tahun 2010, mereka mendapati diri mereka menolak izin untuk beroperasi di sana juga setelah insiden kecelakaan fatal dan pernah mendapat ancaman bom.

Trigana Air

Mengalami 10 kerusakan dan 14 kecelakaan Trigana, tidak mengherankan jika maskapai Indonesia yang beroperasi di Papua ini hanya mendapat peringkat bintang 1. Trigana juga dilarang dari wilayah udara UE dan AS.

SCAT Airlines

Maskapai yang berbasis di Kazakhstan ini memiliki catatan keselamatan yang tidak mengesankan, meski tidak mengalami kecelakaan fatal sejak 2013. SCAT belum memiliki sertifikat keamanan yang diakui dunia.

Komentar
Share25Tweet16SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jenazah di Area Ekor Pesawat Dipastikan Ester Aprilita

ASPEK.ID, MAKASSAR - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan bersama Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan...

Pengamat: Jatuhnya Pesawat ATR di Maros Bukan Hanya karena Cuaca

Pencarian Korban ATR 42-500 Tuntas, Tim SAR Pastikan tak Ada Korban Tertinggal

ASPEK.ID, PANGKEP - Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten...

Cuaca Buruk, Lima Jenazah Korban ATR Dievakuasi Lewat Udara

ASPEK.ID, JAKARTA - Tim SAR gabungan mengevakuasi lima jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 melalui jalur udara menggunakan helikopter. Langkah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In