ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu Ambassador David Nelson perwakilan dari Cargill di Washington DC.
Bahlil mengatakan Indonesia saat ini memasuki babak baru setelah dilakukan perubahan fundamental. Setelah pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) yang merupakan gabungan dari 79 Undang-Undang, Pemerintah Indonesia mengimplementasikannya secara bertahap agar iklim investasi semakin kondusif.
“BKPM juga sudah menjadi Kementerian dan mendapat kewenangan penuh untuk menerbitkan perizinan berusaha secara terpusat. Hal ini dalam rangka memberikan kepastian, kemudahan, efisiensi, dan transparansi,” katanya, Rabu (14/7/2021).
Dalam pertemuan itu, Bahlil mengingatkan sesuai dengan amanat UU CK, investor besar memiliki kewajiban untuk berkolaborasi dengan pengusaha UMKM setempat di daerah supaya dapat tumbuh bersama-sama.
“Kami mengapresiasi kehadiran Cargill yang sudah cukup lama di Indonesia dan telah berkontribusi memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Tim Kementerian Investasi siap membantu merealisasikan rencana investasi Cargill selanjutnya,” jelasnya.
Ambassador David Nelson memaparkan prospek diversifikasi investasi Cargill di Indonesia. Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, menurut David masih merupakan tujuan investasi yang sangat atraktif.
David menyampaikan Cargill yang sudah di Indonesia sejak 1974, memiliki rencana perluasan dan investasi baru dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun mendatang senilai US$350 juta atau sekitar Rp4,9 triliun.
Rencana investasi ini terdiri atas perluasan usaha sebesar US$50 juta, pabrik pengolahan jagung di Jawa Timur senilai US$100 juta yang akan beroperasi secara komersial pada awal 2022, dan fasilitas kilang minyak kelapa sawit di Lampung senilai US$200 juta yang telah dimulai dan ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2022.
“Cargill selama ini bekerja sama erat dengan pengusaha lokal dan menengah kecil di lokasi investasi, dan akan terus berkomitmen untuk itu,” katanya.
David mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan terobosan regulasi untuk investasi.
“Inovasi dalam simplifikasi peraturan, transparansi, dan percepatan perizinan merupakan hal-hal penting dalam perizinan berusaha dan menjadi isu kunci untuk menggerakkan investasi, khususnya dalam peringkat Ease of Doing Business (EoDB),” tambah David.
Cargill merupakan perusahaan global berbasis di Minnesota dengan 155.000 karyawan tersebar di seluruh dunia dan memiliki misi menyediakan nutrisi untuk dunia.
Cargill mendirikan pabrik pakan ternak di Bogor, Jawa Barat hingga kini merambah di industri minyak kelapa sawit, protein, pemanis, pemrosesan kakao dan kopra. Saat ini, kantor pusat Cargill berlokasi di Jakarta dengan lebih dari 20.000 pegawai di 60 lokasi di Indonesia.






















