• Latest
  • Trending
Melihat Lebih Dekat Cenderawasih Kebanggaan Papua

Melihat Lebih Dekat Cenderawasih Kebanggaan Papua

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berakhir Damai

Bank Indonesia Rekrut Thomas Djiwandono, Purbaya Bakal Tarik Juda Agung

Purbaya Bebaskan Pajak Merger BUMN hingga 2029

Bareskrim Periksa Mantan Kasatresnarkoba Bima di Kasus Pencucian Uang Narkoba

Bareskrim Periksa Mantan Kasatresnarkoba Bima di Kasus Pencucian Uang Narkoba

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun di Kuartal I 2026

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun di Kuartal I 2026

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

Hakim Bebaskan Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi di Kasus Kredit Sritex

TNI AL Siapkan 500 Pelaut untuk Awak Kapal Induk Garibaldi

TNI AL Buka Suara soal Kematian Kelasi Dua Ghofirul di Kapal Perang RI

Maung Debut di Panggung Internasional, Antar Prabowo di KTT ASEAN Cebu

Maung Debut di Panggung Internasional, Antar Prabowo di KTT ASEAN Cebu

Purbaya Ragu Anggaran MBG Rp 335 T Terserap Penuh, Efisiensi Jadi Opsi

Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Kasus Dugaan Suap Impor, Purbaya Buka Suara

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kepala BAIS TNI

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kepala BAIS TNI

Rampok Kemenangan Persiraja, Wasit Bangkit Sanjaya Lari Terbirit-birit Dikejar Massa

Tugas Belum Selesai, Persik Bidik Kemenangan di Kandang Semen Padang

Kapolri Beberkan Kronologi Aksi Teroris Penyerang Mabes Polri

KPRP Sebut Masa Ideal Jabatan Kapolri 2-3 Tahun demi Regenerasi

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Arab Saudi Tangkap 10 WNI Diduga Jual Haji Ilegal, Kemenhaj Buka Suara

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Mei 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Melihat Lebih Dekat Cenderawasih Kebanggaan Papua

by Zamzami Ali
Agustus 14, 2021
in LIFESTYLE
Melihat Lebih Dekat Cenderawasih Kebanggaan Papua

Burung cenderawasih, anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes merupakan salah satu burung endemik tanah Papua. Sekarang kita tak hanya bisa melihatnya dari gambar atau Youtube, tapi bisa juga dengan mata kepala sendiri.

Keberadaan burung cenderawasih yang karena karena kecantikannya disebut sebagai bird of paradise yang artinya burung dari surga ini, kian lama kian terancam sehinga dilindungi.

Ada dua tempat di Kabupaten Jayapura yang saat ini untuk lokasi pengamatan burung cenderawasih yang dekat dengan pusat kota. Masing-masing dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dari Kota Sentani Jayapura.

BacaJuga

Trick Band Rilis “Beri Aku Luka”, Gandeng Ninoy dalam Warna Pop Alternative Rock

Dituding Tipu Calon Akpol, Adly Fairuz Buka Suara

Okay Okay Rilis Single Kedua Past Twenty-Five, Tiba-Tiba Lewat Usia 25

Karang Jamuang, Gerbang Navigasi Strategis Pelabuhan Tanjung Perak

Pemberian Mpasi Harus Penuhi 4 Syarat Ini

RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Siapkan Layanan Onkologi Paripurna dengan Gedung Baru

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dilansir dari Indonesia.go.id, kedua tempat itu adalah Wisata Alam Bird of Paradise di Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, dan Bird Watching Isyo Hill di Kampung Repang Muaif, Distrik Nimbokrang. Kedua tempat itu dikelola oleh masyarakat adat setempat.

Untuk menuju hutan di Kampung Tablasupa, bisa ditempuh dengan perjalanan darat, naik kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Dari Ibu Kota Kabupaten Jayapura yakni Kota Sentani, lokasi ini ditempuh dengan jarak 1,5 jam. 

Lokasi untuk melihat burung cenderawasih di Tablasupa tersebar di sejumlah titik, yakni di Pantai Amai dan Hutan Tablasupa. Burung-burung cenderawasih bisa dilihat pada sore dan pagi hari.

Burung-burung ini mempunyai kebiasaan rutin. Ia akan bermain mulai pagi sekitar jam 05.00 WIT hingga pukul 09.00 WIT dan sore hari sekitar pukul 15.00 WIT, hingga menjelang matahari terbenam. Pagi mereka keluar dari tempat naungan untuk mencari makan dan sore kembali ke tempat yang sama untuk tidur.

Untuk bisa menikmati keindahan burung cenderawasih kita perlu membawa teropong, agar memudahkan melihat lebih jelas burung-burung surga ini. Di daerah Tablasupa ada sekitar 20 ekor burung cenderawasih dan salah satu di antaranya adalah jenis cenderawasih raja.

Untuk mengamati burung ini, jangan sekali-sekali memakai parfum yang baunya menyengat.  Sebab satwa ini peka terhadap bau yang asing dan akan membuat mereka menjauh. Saat berjalan mendekati lokasi bermain burung cenderawasih harus senyap.

Sekali terdengar berisik, burung akan menghilang dari pandangan. Jika kita mau mengabadikan burung ini, kita perlu membawa kamera dengan tele panjang dan tripod.

Di lokasi pengamatan Tablasupa ini, masyarakat tak menarik tarif tertentu untuk pengunjung dapat melihat burung cenderawasih. Tapi pengunjung bisa memberikan uang seiklasnya saja. Di sejumlah lokasi lain untuk melihat cenderawasih, biasa dikenai harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per orangnya.

Sementara itu Bird Watching Isyo Hills sudah terkenal hingga seluruh dunia. Ratusan pengamat burung dari seluruh penjuru dunia pernah datang di lokasi ini. Bahkan Isyo Hills sudah dilengkapi dengan sejumlah penginapan “guest house” untuk para pengamat burung.

Berjarak sekitar satu jam berkendara dari Bandara Sentani, Bird Watching Isyo Hills ada di Kampung Rephang Muaif, Distrik Nimbokrang. Isyo Hills dibangun oleh Alex Waisimon untuk tempat pengamatan burung, terutama burung ikon Papua yaitu cenderawasih.

Alex mengajak masyarakat adat setempat untuk mengelola hutan adat sekitar 100 ha yang berada di antara Kampung Rephang dan Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, sejak 2015. Berhari-hari Alex mempelajari kebiasaan mahluk hidup yang ada di hutan itu, terutama cenderawasih.

Ia mengamati lokasi bermain, pola makan, dan kebiasaan cenderawasih dari pagi hingga sore. Ia membangun sejumlah tower pengamatan burung di dekat pohon tempat kebiasaan burung surga ini bermain.

Menurut Alex terdapat sekitar 30 jenis cenderawasih di Indonesia, 28 jenis di antaranya dapat ditemukan di Papua. Delapan macam spesies burung cenderawasih yang berhasil diidentifikasi berada di Isyo  Hills. Empat di antaranya bisa dilihat di lokasi yang tidak jauh dari penginapan.

Alex dan kawan-kawan melengkapi Bird Watching Isyo Hills dengan penginapan yang cukup baik. Mereka selain menyiapkan tempat penginapan termasuk makan dan minum.

Para wisatawan yang ingin melihat cenderawasih di pagi hari harus menginap di tempat itu karena “burung surga” itu hanya bisa dilihat di pagi hari atau kalau cuaca bagus bisa  dilihat sore hari. Namun waktu bertengger cenderawasih di sore hari lebih pendek.

Di Isyo Hills terdapat beberapa pos pengamatan. Setiap pos pengamatan berbeda pula jenis cenderawasih yang bertengger. Untuk bisa sampai ke semua pos, maka pengunjung harus berangkat jam 04.30 pagi.

Untuk mencapai pos 1, memerlukan waktu 20 menit jalan kaki dengan sedikit mengendap-endap. Di Pos 1, pengunjung sudah bisa melihat burung cenderawasih. Tak lebih berjalan sekitar satu kilometer lagi kita sampai pada pos pengamatan II. Di pos II ada gardu pandang setinggi sekitar 20 meter.

Dari gardu pandang ini, pengunjung bisa melihat burung cenderawasih jenis 12 antena atau bahasa setempat di sebut cenderawasih mati kawat.  Cenderawasih ini unik karena ekornya berupa bulu serupa kawat hitam.

Jumlahnya 12 helai. Warnanya hitam kebiruan dan dadanya berbulu kuning. Beberapa menit saja kita bisa melihat cenderawasih mati kawat karena jika terlalu lama, akan kehilangan momen di pos yang lain.

Di Pos pengamatan III yang jaraknya kurang lebih 1 km juga akan terlihat burung cenderawasih paruh sabit. Disebut begitu karena paruhnya melengkung mengingatkan orang pada bentuk sabit.

Sedangkan di pos IV tidak ada gardu pandang tapi pengunjung bisa mengamati burung cenderawasih di bawah pohon besar. Di tempat ini kita bisa melihat jenis burung cenderawasih apoda atau ekor emas. Corak cenderawasih itu biasa kita lihat karena bulunya dipakai sebagai hiasan kepala (sekarang dilarang).

Ternyata, burung-burung cenderawasih punya siklus jam main. Di pos-pos yang ditandai oleh Alex itu burung-burung hanya bermain tak lebih dari 30 menit, setelah itu mereka berpindah tempat dan lokasi mencari makan. Sorenya, mereka baru kembali ke lokasi-lokasi ini sebelum akhirnya beristirahat.

Jika anda memiliki kesempatan mengunjungi Papua pada perhelatan PON ke XX pada Oktober nanti, sempatkan untuk melihat keindahan endemik kebanggaan Papua ini.

Komentar
Share139Tweet87SendShareShare24Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Menilik Barang Bukti Perdagangan Satwa Lindung Aceh

Menilik Barang Bukti Perdagangan Satwa Lindung Aceh

Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah impian banyak orang, terlebih mereka yang belum punya pekerjaan. Hampir setiap tahun, jutaan orang...

Jebakan Maut, Ekonomi & Konservasi

Juda Pasaribu (39) dan Josep Meha (56), pemburu babi asal Sumatera Utara terbukti bersalah dalam kasus kematian 3 Harimau Sumatera...

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

ASPEK.ID, JAKARTA - Tubuhnya lemas, salah satu kakinya mengalami luka parah akibat terjebak jerat baja dan nyaris tak dapat digerakkan....

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sosok Mayjen Robi Herbawan Kabainfokomhan, Mantan Ajudan Prabowo Ahli Dunia Intelijen

Sosok Mayjen Robi Herbawan Kabainfokomhan, Mantan Ajudan Prabowo Ahli Dunia Intelijen

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Erick Thohir Shalat di Kamar Soekarno

Erick Thohir: Jaga Islam Jaga Indonesia

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berakhir Damai

Bank Indonesia Rekrut Thomas Djiwandono, Purbaya Bakal Tarik Juda Agung

Purbaya Bebaskan Pajak Merger BUMN hingga 2029

Bareskrim Periksa Mantan Kasatresnarkoba Bima di Kasus Pencucian Uang Narkoba

Bareskrim Periksa Mantan Kasatresnarkoba Bima di Kasus Pencucian Uang Narkoba

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun di Kuartal I 2026

Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun di Kuartal I 2026

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In