Dalam rangka monitoring percepatan pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Deputi Infrastruktur dan Transportasi, Rahman Hidayat melaksanakan kunjungan kerja ke Kampus UIII pada Kamis (19/8/2021).
Pembangunan UIII di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat merupakan bagian dari Perpres 109 tahun 2020 tentang percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Nomor 201 Sektor Pendidikan.
“Hari ini kami ingin melakukan sinkronisasi dan mengkoordinasikan terkait pembangunan Kampus UIII dan diusahakan bisa akselerasi untuk penyelesaian permasalahan yang timbul selama pelaksanaan proyek. Untuk diketahui Kemenko Marves bersama-sama KSP melalui Delivery Assurance Unit (DAU) bertugas untuk menjalankan fungsi monitoring Proyek Strategis Nasional (PSN) per triwulan. Nah, di sini kami ingin mendengar progres fisik pekerjaan dan melihat kondisi di Kampus UIII,” jelas Rahman.
Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jakarta Metropolitan Kementerian PUPR, Mujurahid Hidayat menyampaikan bahwa pembangunan Kampus UIII akan dilaksanakan dalam tiga tahap bersama Kementerian Agama dan Kementerian PUPR.
“Proyek ini ada tiga tahap, pertama dikerjakan Kementerian Agama adalah kawasan, gedung rektorat, gedung fakultas A, dan asrama putra, dan rumah professor lima unit. Kemudian tahap kedua oleh Kementerian PUPR mengerjakan student apartement, perpustakaan dan masjid. Tahap ketiga baru ditandatangani kontraknya pada bulan Juli 2021. Kita berharap yang dua paket ini, gedung perpustakaan, masjid, dan student apartment ini akan selesai bulan akhir Agustus 2021 ini”, kata Mujurahid.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan telah bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno membahas terkait tujuan dan program dalam pembangunan UIII.
“Saya sebelumnya sudah bertemu dengan Mas Pratikno, katanya kampus ini sangat dekat dengan Kemenlu karena ini merupakan kampus diplomasi, kampus kultural dan intelektual. Bahkan kampus ini bisa menjadi proyek dunia yang berada di Indonesia. Hal ini karena hanya Indonesia yang sah untuk mendidik Islam moderat dan pluralisme. Kita ingin melatih pemuda-pemuda dari daerah konflik belajar ke Indonesia yang sangat beragam dan plural. Indonesia berhasil dalam membangun semangat kebangsaan, persatuan dan kerukunan. Memang visi kampus UIII ini internasional, untuk melatih dan mengeksplorasi agama yang lebih moderat, inklusif, dan lebih damai,” papar Rektor Komaruddin.
UIII telah mendapatkan rekomendasi pembukaan empat Program Studi Magister dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang tertuang dalam surat Direktur Dewan Eksekutif tanggal 8 Juni 2021 Nomor 1234/BAN-PT/LL/2021 Hal Pemenuhan Syarat Minimum Akreditasi untuk pembukaan Program Studi Baru.
Empat Program Studi yang memperoleh rekomendasi yaitu Program Studi Magister Studi Islam, Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Program Studi Magister Ilmu Politik, dan Program Studi Magister Ilmu Pendidikan.
Rektor UIII menyampaikan bahwa perkuliahan mahasiswa baru pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 akan dilaksanakan mulai akhir bulan September 2021 secara daring. Diharapkan pada semester genap pada bulan Februari tahun 2022, kawasan Kampus UIII sudah siap melaksanakan kuliah tatap muka.
UIII juga membuka program beasiswa untuk mahasiswa atau UIII Scholarship. Pendaftaran beasiswa ini sudah dibuka pada 7 Juni lalu dan mencapai 1009 pendaftar dari 59 negara.
Kampus UIII dibangun di lahan seluas 142 hektar. UIII merupakan perguruan tinggi yang berstandar internasional dan menjadi model pendidikan tinggi Islam terkemuka dunia dalam pengkajian keIslaman strategis yang berada di bawah tanggung jawab Menteri Agama.






















