Sekitar 4.000 jemaah haji tahun ini menggunakan kursi roda dari total 67.000 jemaah lanjut usia (lansia).
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Zaenal Muttaqin mengatakan, tahun ini Kementerian Agama mengusung tema “Haji Ramah Lansia”. Kuota dasar Indonesia berjumlah 221.000, lalu ditambah 8.000 sehingga totalnya menjadi 229.000 jemah.
“Dari jumlah itu, ada sekitar 67ribu jemaah lanjut usia (lansia), ” kata dia usai memimpin Rapat Koordinasi Petugas Daker Madinah, di Madinah, Senin (22/5/2023) malam.
Data yang masuk, diperkirakan 4.000 jamaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini dan menggunakan kursi roda.
Menurut Zaenal Muttaqin, petugas Daker Madinah telah menyiapkan sejumlah inovasi layanan, termasuk dalam membantu jemaah lansia. Pertama, kursi roda dan fasilitas lainnya untuk lansia.
“Kami upayakan semaksimal mungkin layanan ini. Ini akan dikoordinasikan dengan pihak majmuah, agar minimal disiapkan kursi roda dengan proporsi berapa persen dari jumlah jemaah yang mendiami hotel tersebut,” ujar Zainal Muttaqin.
Jemaah haji Indonesia 1444 H mulai mendarat di Madinah pada 24 Mei 2023. Di Madinah, jemaah akan ditempatkan pada 91 hotel yang tersebar di lima sektor sekitar Masjid Nabawi (Markaziyah).
Sektor hotel jemaah haji berada di wilayah Syamaliah (Timur Nabawi), Gharbiyah (Barat Nabawi), dan Junubiyah (Selatan Nabawi). Jarak terjauh dari Nabawi sekitar 600 meter.
Jumlah jemaah setiap hotel sangat variatif. Ada yang dihuni 500-600 orang, bahkan ada juga yang mencapai 2.000-3.000 jemaah untuk satu hotel. Kedatangan mereka juga tidak bersamaan.
“Bisa jadi satu hotel dalam satu fase kedatangan hanya ditempati 1 kloter atau 2 kloter. Minimal hotel menyiapkan beberapa kursi roda untuk antisipasi jemaah haji lansia,” sebut Zaenal, panggilan akrabnya.
























