Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai kehadiran Danantara Indonesia dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 sebagai momentum strategis bagi Indonesia untuk menawarkan visi penguatan industri manufaktur berkelanjutan dan berbasis nilai tambah.
Menurut Yusuf, partisipasi Danantara sejalan dengan agenda global terkait investasi hijau dan transisi energi, sehingga WEF tidak semata menjadi forum pencarian pembiayaan, melainkan ruang membangun narasi dan kepercayaan di mata investor internasional.
“Kehadiran Danantara di WEF adalah momentum penting. Bukan hanya soal tampil di forum global, tetapi bagaimana Indonesia mulai membangun cerita dan kredibilitas Danantara sebagai sovereign wealth fund baru di mata investor dunia,” ujar Yusuf dikutip dari Antara, Minggu (18/1).
Ia menambahkan, mengingat ini merupakan kehadiran perdana Danantara di WEF, ukuran keberhasilan pada tahap awal bukan terletak pada besaran dana yang diperoleh. Menurutnya, investor global justru akan mencermati arah strategi, kualitas tata kelola, serta konsistensi kebijakan pemerintah yang menopang peran Danantara.
Lebih lanjut, Yusuf menilai peran Danantara di WEF seharusnya tidak terbatas pada pemaparan proyek investasi. Danantara juga perlu menunjukkan posisi Indonesia sebagai mitra jangka panjang, sekaligus menegaskan bahwa strategi hilirisasi yang dikembangkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan.
“Secara realistis, hasil WEF mungkin belum langsung berupa komitmen investasi besar. Namun, forum ini penting untuk membangun jejaring strategis, komitmen awal, dan meningkatkan kepercayaan investor,” ujarnya.
Yusuf juga menekankan pentingnya Danantara meluruskan berbagai isu yang kerap menjadi sorotan, seperti transparansi, profesionalisme pengelolaan, serta kepastian regulasi. Ia mengingatkan bahwa investor global sangat sensitif terhadap sinyal kebijakan dan tata kelola.
Sebagai informasi, World Economic Forum 2026 akan digelar di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Agenda ini direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri bidang ekonomi, serta perwakilan Danantara Indonesia.
Sebelumnya, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief menyatakan bahwa Danantara akan menawarkan peluang kerja sama investasi kepada investor global di sektor-sektor strategis, antara lain transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan industri bernilai tambah.
Selain itu, Danantara juga akan memprioritaskan investasi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Menurut Al-Arief, kehadiran Indonesia di WEF 2026 diharapkan mencerminkan pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan pemerintah, investasi strategis, dan dunia usaha. []























