ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani kerja sama maritim dengan pemerintah Inggris dalam kunjungan kerjanya ke London. Kerja sama tersebut mencakup proyek pembangunan kapal tangkap ikan yang ditujukan bagi nelayan Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kerja sama maritim menjadi salah satu agenda utama Presiden selama berada di Inggris.
“Beberapa agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini adalah yang pertama, berkenaan dengan beliau akan menandatangani Maritime Partnership di kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita,” kata Prasetyo kepada wartawan, Senin (19/1).
Prabowo sebelumnya telah membahas rencana kerja sama tersebut secara virtual dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam kunjungan kali ini, Presiden dijadwalkan bertemu langsung dengan PM Starmer di Downing Street Nomor 10, London.
Selain bertemu kepala pemerintahan Inggris, Prabowo juga direncanakan menghadap Raja Charles III. Pertemuan tersebut akan membahas rencana konservasi gajah di Provinsi Aceh, yang berkaitan dengan alih fungsi konsesi hutan menjadi kawasan perlindungan satwa.
Menurut Prasetyo, Prabowo telah lebih dulu menyerahkan konsesi hutan milik PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk tujuan konservasi.
“Kurang lebih tahun lalu, sekitar 8 bulan yang lalu, Bapak Presiden telah sebagai pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah. Yakni itu atas kerja sama dengan Raja Charles,” ujarnya.
Agenda lain yang akan dijajaki Prabowo selama di Inggris adalah peluang kerja sama pendidikan tinggi dengan universitas-universitas anggota Russell Group. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat membuka jalan bagi pendirian kampus Inggris di Indonesia.
“Bilamana memungkinkan membuka kampus-kampus baru di Indonesia dalam rangka sebagaimana yang di dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan, untuk mengejar ketertinggalan kita di beberapa bidang; di antaranya tentu bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran,” kata Prasetyo.
Ia menambahkan, seluruh agenda tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar dua hari kunjungan Presiden di Inggris.
“Nah, itu beberapa agenda beliau yang akan mungkin dalam waktu kurang lebih 2 hari selama beliau berada di Inggris,” ujar dia. []






















