• Latest
  • Trending
Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Perminas-NEM Garap Rare Earth Gabon, Danantara Siapkan Skema Investasi Strategis

Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Bos Danantara Bakal Bebaskan DP Beli Motor Listrik

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Bagi BLT hingga Rp 8,3 Juta untuk 2,4 Juta Warga, Cair September

Gading Gajah yang Hilang di Aceh Tenggara Masih Jadi Misteri

Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

Oditur Ungkap Motif dan Cara 4 TNI Siram Andrie Yunus

Empat Prajurit BAIS TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding

Kebakaran Bromo Meluas hingga 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut

Kebakaran Bromo Meluas hingga 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Panggil Eks Kadiv Operasional Bulog Terkait Kasus Bansos Beras 2020

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Skill Mismatch Penyebab Terbanyak Sarjana jadi Penganggur

Pelita Air Tambah Rute Baru Balikpapan-Yogyakarta, ini Jadwalnya

Pelita Air Bidik Penumpang HUT RI, Harga Tiket Dipangkas 45%

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Geledah Rumah Pemeriksa Pajak di Malang, Sita Emas 1,3 Kg dan Duit Rp 100 Juta

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Kemenkeu Temukan Masalah Pertanggungjawaban Keuangan Program MBG

BNN Gerebek Kampung Bahari, Loyalis Bandar Narkoba Melawan

BNN Gerebek Kampung Bahari, Loyalis Bandar Narkoba Melawan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Perminas-NEM Garap Rare Earth Gabon, Danantara Siapkan Skema Investasi Strategis

by Muhammad Fadhil
Februari 18, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, BUMN, NEWS
Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) memperluas langkah global dengan menjalin kemitraan bersama perusahaan asal Kanada, New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), untuk mengembangkan sumber daya niobium dan logam tanah jarang (rare earth) di Republik Gabon.

Kolaborasi tersebut mendapat dukungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini dirancang untuk membangun integrasi hulu–hilir mineral kritis sekaligus memperkuat rantai pasok dan kapasitas manufaktur berbasis nilai tambah di Indonesia.

CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2) menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari agenda strategis hilirisasi nasional.

BacaJuga

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

Bos Danantara Bakal Bebaskan DP Beli Motor Listrik

Singapura Bagi BLT hingga Rp 8,3 Juta untuk 2,4 Juta Warga, Cair September

Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

Empat Prajurit BAIS TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding

Kebakaran Bromo Meluas hingga 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut

“Fase pertumbuhan industri Indonesia berikutnya membutuhkan akses yang kuat terhadap input strategis serta kemampuan mengonversinya menjadi produk hilir berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis berorientasi masa depan,” ujar Rosan.

MoU tersebut menjadi dasar evaluasi keterhubungan rantai nilai dari sektor hulu hingga hilir, termasuk peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat pemrosesan, manufaktur, dan integrasi industri berbasis rare earth.

Kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pasokan mineral kritis seperti niobium (Nb), neodymium (Nd), dan praseodymium (Pr), termasuk heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium. Mineral tersebut merupakan bahan baku utama magnet permanen berkinerja tinggi yang digunakan dalam kendaraan listrik, sistem elektrifikasi, energi terbarukan, hingga industri kedirgantaraan dan pertahanan.

Presiden Direktur Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, menyatakan MoU ini membuka jalur sistematis untuk menghubungkan potensi sumber daya global dengan agenda industrialisasi dalam negeri.

Ia menyebut kerja sama tersebut selaras dengan prioritas nasional jangka panjang dan tata kelola yang kuat, serta menjadi pijakan strategis untuk mempercepat transformasi sektor mineral kritis.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan membentuk Joint Working Group guna menjalankan program kolaborasi terstruktur, mencakup pertukaran data teknis, lokakarya, hingga asesmen komersial terpadu. Pengembangan proyek mencakup tahapan pemisahan dan pemurnian, produksi logam serta paduan, hingga manufaktur magnet permanen.

Di sisi pembiayaan, dibuka pula jalur negosiasi cepat terkait potensi partisipasi investasi strategis, baik dalam bentuk ekuitas maupun pembiayaan utang oleh Perminas dan Danantara pada proyek tambang Maboumine. Seluruh proses akan didukung mekanisme uji tuntas yang dipercepat.

President New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh, menyambut baik kemitraan tersebut.

“Kami antusias bermitra dengan Perminas untuk membangun kolaborasi yang memperkuat sekaligus mendiversifikasi rantai pasok rare earth global yang krusial,” ujarnya.

Langkah ekspansi ini menandai strategi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pemain di sektor hilir domestik, tetapi juga aktif mengamankan pasokan bahan baku mineral kritis di tingkat global sebagai fondasi industri masa depan. []

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, akan melakukan penyesuaian jumlah tenaga...

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Bos Danantara Bakal Bebaskan DP Beli Motor Listrik

ASPEK.ID, JAKARTA - Danantara tengah menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong penggunaan motor listrik di Indonesia. Salah satu skema yang sedang...

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Bagi BLT hingga Rp 8,3 Juta untuk 2,4 Juta Warga, Cair September

ASPEK.ID - Pemerintah Singapura kembali memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat untuk membantu meringankan beban biaya hidup. Kali ini,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In