• Latest
  • Trending
Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Perminas-NEM Garap Rare Earth Gabon, Danantara Siapkan Skema Investasi Strategis

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini

Bahlil: 2030 Seluruh Desa di RI ada Listrik

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo HUT, Jokowi Doakan Sehat

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal M 5,3 Hentak Labuan Bajo

Peluang Anies Diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Perminas-NEM Garap Rare Earth Gabon, Danantara Siapkan Skema Investasi Strategis

by Muhammad Fadhil
Februari 18, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, BUMN, NEWS
Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) memperluas langkah global dengan menjalin kemitraan bersama perusahaan asal Kanada, New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), untuk mengembangkan sumber daya niobium dan logam tanah jarang (rare earth) di Republik Gabon.

Kolaborasi tersebut mendapat dukungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini dirancang untuk membangun integrasi hulu–hilir mineral kritis sekaligus memperkuat rantai pasok dan kapasitas manufaktur berbasis nilai tambah di Indonesia.

CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2) menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari agenda strategis hilirisasi nasional.

BacaJuga

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

“Fase pertumbuhan industri Indonesia berikutnya membutuhkan akses yang kuat terhadap input strategis serta kemampuan mengonversinya menjadi produk hilir berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis berorientasi masa depan,” ujar Rosan.

MoU tersebut menjadi dasar evaluasi keterhubungan rantai nilai dari sektor hulu hingga hilir, termasuk peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat pemrosesan, manufaktur, dan integrasi industri berbasis rare earth.

Kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pasokan mineral kritis seperti niobium (Nb), neodymium (Nd), dan praseodymium (Pr), termasuk heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium. Mineral tersebut merupakan bahan baku utama magnet permanen berkinerja tinggi yang digunakan dalam kendaraan listrik, sistem elektrifikasi, energi terbarukan, hingga industri kedirgantaraan dan pertahanan.

Presiden Direktur Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, menyatakan MoU ini membuka jalur sistematis untuk menghubungkan potensi sumber daya global dengan agenda industrialisasi dalam negeri.

Ia menyebut kerja sama tersebut selaras dengan prioritas nasional jangka panjang dan tata kelola yang kuat, serta menjadi pijakan strategis untuk mempercepat transformasi sektor mineral kritis.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan membentuk Joint Working Group guna menjalankan program kolaborasi terstruktur, mencakup pertukaran data teknis, lokakarya, hingga asesmen komersial terpadu. Pengembangan proyek mencakup tahapan pemisahan dan pemurnian, produksi logam serta paduan, hingga manufaktur magnet permanen.

Di sisi pembiayaan, dibuka pula jalur negosiasi cepat terkait potensi partisipasi investasi strategis, baik dalam bentuk ekuitas maupun pembiayaan utang oleh Perminas dan Danantara pada proyek tambang Maboumine. Seluruh proses akan didukung mekanisme uji tuntas yang dipercepat.

President New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh, menyambut baik kemitraan tersebut.

“Kami antusias bermitra dengan Perminas untuk membangun kolaborasi yang memperkuat sekaligus mendiversifikasi rantai pasok rare earth global yang krusial,” ujarnya.

Langkah ekspansi ini menandai strategi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pemain di sektor hilir domestik, tetapi juga aktif mengamankan pasokan bahan baku mineral kritis di tingkat global sebagai fondasi industri masa depan. []

Komentar
Share23Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meminta klarifikasi kepada Morgan Stanley Capital...

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

ASPEK.ID, MALAYSIA- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan ASEAN menangani kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

ASPEK.ID, PARIS -Kerusuhan melanda berbagai kota di Prancis setelah demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik meluas. Aksi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In