• Latest
  • Trending
Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

3 Alasan Buruh Serikat Usul Upah 2027 Naik 7,5%,

Harga BBM Shell Turun

Mulai Hari ini Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia ke PT Isla Energy

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

Menkes Bahas Kopdes Merah Putih Jadi Klinik Kesehatan dan Apotek

Hashim: Masa Depan Indonesia Sangat Cerah Asalkan Tidak Gaduh

RI Gagal Masuk 12 Besar Ekonomi Dunia ini Penyebabnya!

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Wapres Gibran Siap Hadiri Sidang Ijazah di PTUN dengan Syarat

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK: Negara Rugi Triliunan dalam Kasus Dugaan Korupsi Cukai PT Djarum

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Cegah Senjata ke Israel, 113 Pelabuhan Dunia Gelar Demo

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Gempa M 4,3 Ayun Gayo Lues di Malam Jumat

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Hashim: Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Pengacara Gibran Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 di Sidang PTUN

Foto Lawas Messi dan Bayi Yamal Viral Lagi, Kini Bertemu di Final Piala Dunia

12 Negara Terbanyak Kelahiran & Kematian Warga di Dunia; RI Nomor 6

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

by Muhammad Fadhil
Maret 7, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL, NEWS
Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

Para pejuang Kurdi Iran dari Partai Kebebasan Kurdistan (PAK) mengikuti sesi pelatihan di sebuah pangkalan di pinggiran Erbil, Irak, 12 Februari 2026. REUTERS/Thaier Al-Sudani/File Photo

ASPEK.ID – Konflik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang lebih berbahaya. Milisi-milisi yang didukung Iran mulai meningkatkan serangan terhadap Israel, Amerika Serikat (AS), serta sekutu-sekutunya sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran.

Pergerakan kelompok bersenjata ini berpotensi memperluas kekerasan di kawasan. Irak kini menjadi salah satu titik utama konfrontasi, dengan berbagai operasi yang kerap berlangsung secara terselubung.

Sejak Sabtu pekan lalu, milisi di Irak dilaporkan telah melancarkan puluhan serangan. Target mereka mencakup wilayah Israel serta pangkalan militer AS yang berada di Yordania dan Irak.

BacaJuga

3 Alasan Buruh Serikat Usul Upah 2027 Naik 7,5%,

Mulai Hari ini Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia ke PT Isla Energy

Menkes Bahas Kopdes Merah Putih Jadi Klinik Kesehatan dan Apotek

RI Gagal Masuk 12 Besar Ekonomi Dunia ini Penyebabnya!

Wapres Gibran Siap Hadiri Sidang Ijazah di PTUN dengan Syarat

KPK: Negara Rugi Triliunan dalam Kasus Dugaan Korupsi Cukai PT Djarum

Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga menargetkan infrastruktur milik oposisi Iran-Kurdi di wilayah utara Irak yang memiliki status otonomi.

Milisi bahkan mengeluarkan ancaman terbuka kepada negara-negara Barat agar tidak ikut terlibat dalam konflik tersebut.

“Kami memperingatkan negara-negara Eropa untuk tidak bergabung dalam perang ini dan kami mengancam pasukan serta pangkalan mereka yang ada di Irak dan wilayah sekitarnya,” tulis pernyataan gabungan faksi milisi, dikutip dari The Guardian, Sabtu (7/3).

Di lapangan, koordinasi antar milisi juga mulai terlihat semakin intens. Kantor berita resmi Irak melaporkan adanya upaya peluncuran rudal dari Provinsi Basra ke negara tetangga, namun berhasil digagalkan oleh pasukan keamanan.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi adanya serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak.

“Drone telah diluncurkan ke arah Israel dari Irak, meskipun jumlahnya tidak dalam skala yang signifikan,” kata juru bicara militer Israel pada Rabu malam.

Pakar Irak dari Horizon Engage, Michael Knights, menilai peningkatan aktivitas milisi ini berkaitan dengan upaya mereka mempertahankan pengaruh setelah kehilangan figur kepemimpinan penting.

“Kelompok-kelompok Irak yang didukung Iran sedang mencoba mencari cara agar tetap relevan dan bagaimana merespons kematian Ayatollah Ali Khamenei,” ujarnya.

Namun, serangan tersebut juga memicu respons balasan. Sejumlah pangkalan milisi dilaporkan menjadi target serangan drone bunuh diri yang diduga dilakukan oleh pasukan khusus Israel atau AS.

Serangan tersebut menghantam basis milisi di selatan Baghdad, Nasariya, dan Basra. Sekitar 15 pejuang dilaporkan tewas, sebagian besar berasal dari faksi Kataib Hezbollah.

Knights juga menduga adanya operasi darat rahasia yang tengah berlangsung untuk memburu kelompok milisi di wilayah Irak.

“Ada sistem drone jarak pendek yang digunakan di Irak yang tidak mungkin diterbangkan jauh-jauh dari Israel. Kita melihat pola yang sama seperti dalam perang tahun lalu, yang menunjukkan adanya operasi terselubung di lapangan. Saat ini ada banyak perang proksi yang terjadi,” jelasnya.

Kehilangan personel juga mulai dirasakan oleh kelompok milisi. Kataib Hezbollah mengonfirmasi tewasnya salah satu komandan mereka dalam serangan di Irak selatan, setelah kendaraan yang ditumpanginya dihantam hingga hancur.

Selain itu, pangkalan utama mereka di Jurf al-Nasr terus menjadi sasaran serangan sejak akhir pekan lalu.

Peneliti senior Chatham House, Renad Mansour, menilai kelompok milisi tersebut kini berada dalam fase bertahan di tengah tekanan militer yang meningkat.

“Situasi ini sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup mereka. Namun perhitungan tersebut tidak selalu semata-mata tentang kelangsungan hidup Iran,” katanya.

Jika eskalasi ini terus berlanjut, konflik di Timur Tengah berpotensi meluas menjadi perang proksi yang lebih besar dengan melibatkan berbagai aktor bersenjata di kawasan. []

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

3 Alasan Buruh Serikat Usul Upah 2027 Naik 7,5%,

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) Mirah Sumirat mengatakan buruh menyampaikan usulan kenaikan upah minimum provinsi...

Harga BBM Shell Turun

Mulai Hari ini Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia ke PT Isla Energy

ASPEK,.ID, JAKARTA - Shell resmi melepas kepemilikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia dengan rampungnya proses pengalihan...

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

Menkes Bahas Kopdes Merah Putih Jadi Klinik Kesehatan dan Apotek

ASPEK.ID, JAKARTA -Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan adanya pembahasan terkait rencana Koperasi Desa dan kelurahan (Kopdes) Merah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In