ASPEK.ID, JAKARTA – Langkah hukum ditempuh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, merespons tudingan serius yang menyeret namanya dalam isu makar hingga dugaan pendanaan kasus ijazah palsu Presiden RI ke-7.
Melalui tim kuasa hukum, JK berencana melaporkan sejumlah pihak ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4). Laporan tersebut tidak hanya menyasar Rismon Hasiholan Sianipar, tetapi juga empat kanal YouTube yang dinilai menyebarkan informasi tidak benar.
Pengacara JK, Abdul Haji Talaohu, menegaskan bahwa pelaporan ini merupakan bentuk respons serius terhadap tuduhan yang dinilai merugikan kliennya.
“Tidak hanya untuk saudara Rismon, tapi ada beberapa juga yang turut akan kami laporkan,” ujarnya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin (6/4).
Isu bermula dari pernyataan Rismon yang mengaitkan adanya elite politik dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dalam narasi yang beredar, Rismon disebut mengaku menyaksikan langsung penyerahan uang Rp5 miliar dari JK kepada Roy Suryo dan pihak lain.
“Itulah kenapa laporan ini kita buat sebagai langkah serius untuk merespons dan meminta pertanggungjawaban klarifikasi dia,” kata Abdul.
Selain individu, tim hukum JK juga menyoroti empat kanal YouTube—Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV, dan YouTuber Nusantara—yang dianggap turut menggiring opini publik dengan konten bermuatan tuduhan.
Salah satu yang dipermasalahkan adalah konten dari kanal Ruang Konsensus. Dalam tayangannya, muncul narasi yang menyebut JK memiliki ambisi kekuasaan yang tidak rasional.
“Ada kalimat yang menuduh Pak JK pecundang begitu yang kalau kita tarik, sehingga gerakan beliau mengarah kepada inkonstitusional. Inikan berita hoaks, berita bohong yang perlu juga diuji,” jelasnya.
Konten dari Mosato TV juga dinilai bermasalah karena memuat tudingan serius terkait upaya makar terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Ada kalimat dia yang sangat fatal menurut kami karena ada pernyataan ‘Indikasi kemunafikan, puji Prabowo tapi mau makar’. Inikan pertanyaan yang sudah telak,” tuturnya.
Lebih jauh, pihak JK juga menyinggung dugaan afiliasi kanal-kanal tersebut dengan lingkaran Presiden Jokowi. Salah satu yang disorot adalah kanal YouTuber Nusantara yang diketahui menggelar perayaan ulang tahun di Solo.
“Ya nanti ditafsirkan sendirilah. Karena mereka ini juga kemarin baru merayakan satu tahun YouTuber Nusantara di Solo,” katanya.
Di sisi lain, Rismon sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa dirinya menyebut JK sebagai pendana dalam kasus ijazah palsu Presiden Jokowi. Bantahan itu disampaikan untuk meluruskan narasi yang beredar di publik. []
























